Bulan Ramadan memang menjadi ajang untuk memupuk silahturahmi bersama para teman dan sahabat terkasih. Kebersamaan akan semakin erat dengan merayakan momen buka puasa bersama (bukber). Namun, ada baiknya Anda memikirkan matang-matang rencana bukber, jangan sampai momen tersebut justru menjadi petaka.
Belum lama ini, seorang pengguna media sosial Facebook bernama Teja, mengunggah sebuah kisah pilu mengenai momen bukber bersama teman-temannya. Singkat cerita, ia mendapatkan undangan dari sebuah grup yang mengajaknya untuk berbuka puasa bersama.
Dalam postingan tersebut, ia pun mengaku telah menolak beberapa kali undangan tersebut karena aktivitas kantor yang padat. Namun, akhirnya ia luluh dan mengiyakan ajakan bukber tersebut. Tempat bukber pun dipesan dan koordinator acara mengatakan ada sekira 30 orang yang confirm untuk hadir kala itu.
Sang pemiliki akun pun datang dan menjadi orang pertama yang tiba di tempat tersebut, disusul dengan dua teman lain yang salah satunya bertindak sebagai koordinator acara. Setelah sekian lama menunggu akhirnya sang koordinator mengatakan bahwa lima orang berhalangan hadir.
Lebih mirisnya lagi, hingga adzan Maghrib berkumandang hanya tiga orang saja yang hadir di tempat itu untuk merayakan buka puasa bersama. Padahal sang koordinator telah memesan 30 paket makanan untuk bukber dan belum di bayar.
Sementara para peserta yang sudah confirm pun belum melakukan transfer uang untuk membayar makanan tersebut kepada sang koordinator. Hingga tiba waktunya sang kasir memberikan bill yang harus dibayarkan.