KOMPETISI MasterChef Indonesia Season 5 semakin memanas. Tantangan yang didapatkan para kontestan pun semakin sulit.
Namun Bukhori sangat mujur pada kompetisi MasterChef Indonesia Season 5 pekan ini. Gara-gara tingkat kematangan foei gras yang pas, dia menjadi pemenang melawan kontestan perempuan yang tersisa.
Bukhori dan empat kontestan lainnya mendapatkan challange mengolah dish hati angsa berpadu dengan side dish yang mirip salad buah. Meskipun diejek oleh semua kontestan dan juri, tapi Bukhori memenangkan kompetisi yang memanas itu.
"Hati angsa ini mirip pajangan, karena Bukhori memadukan dengan buah-buahan yang mirip dengan salad," kata Chef Renatta bernada pedas.
Beruntungnya, Bukhori bisa menang karena tingkat foei gras dimasak matang dengan sempurna. Dengan waktu masak 45 menit, Bukhori bisa membuat dish yang lumayan sempurna.
Dalam kompetisi ini, Bukhori sebenarnya bersaing keras dengan Stefani. Sayangnya kali itu perempuan berambut pirang itu memasak hati angsa dengan tingkat kematangan yang kurang.
"Dish Fani perpaduannya pas. Tapi Kalau tingkat kematangan sempurna, pasti dia yang menang," tambah Chef Arnold.
Tak berhenti di situ, lima kontestan yang merebutkan juara MasterChef Indonesia Season 5 tersebut, mendapatkan tantangan membuat canape. Camilan asli Prancis itu harus diselesaikan dalam waktu 30 menit.
Baca Juga : Dianggap Tak Adil saat Penjurian, Chef Juna: Saya Gak Peduli, Bodoamat
Rupanya Elin mendapat pujian dari para juri. Karena hidangan canapenya enak dan rasanya pas. Elin membuat canape berupa quail egg salad, tomato bomb dan wasabi salmon tartar. Saat mencicipi ketiga dish canape tersebut, wajah Chef Arnold tampak menikmati hidangan.
"Pas dicicipi canapenya, kayaknya para juri interesting sama tomato bomb aku. Semoga senang," tutur Elin.