Kasus penganiayaan yang dialami Audrey menjadi tamparan keras bagi banyak pihak. Kasus tersebut juga menyadarkan kita akan pentingnya mendidik dan memberikan perhatian kepada anak-anak di masa remajanya.
Siswi SMP yang masih berusia 14 tahun itu kini tengah dirawat di rumah sakit usai dikeroyok 12 orang siswi SMA. Audrey menjadi korban penganiayaan yang diduga dipicu oleh masalah percintaan.
Baca juga :
Psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi tidak memungkiri bahwa cinta memang bisa membuat seseorang menjadi tidak realistis, khususnya anak remaja. Namun, hal ini juga tergantung pada pribadi setiap individu.
“Biasanya anak remaja lebih tidak menggunakan logika dalam hal ini, sehingga lebih rentan untuk melakukan hal-hal di luar nalar dibandingkan dengan dewasa,” ujar Psikolog Mei saat dihubungi Okezone via pesan singkat, Selasa, 9 April 2019.
Mei mengatakan, sebetulnya cinta dapat menjadi motivasi dan hal-hal yang bermanfaat bagi para remaja. Sementara terkait kasus penganiayaan yang dialami Audrey, ia mengklaim bahwa sang pelaku bisa jadi kurang mendapatkan kasih sayang, perhatian, atau berasal dari keluarga yang ‘broken home’.
Bercermin dari kasus tersebut, itulah sebabnya remaja harus dibekali berbagai ilmu pengetahuan. Misalnya ilmu tentang kepercayaan diri.