Earth Hour Bukan Hanya Aksi Matikan Lampu, tapi Ubah Gaya Hidup

Agregasi VOA, Jurnalis
Senin 01 April 2019 17:00 WIB
Relawan Earth Hour menyalakan lilin dalam seremoni di Bandung (Foto: Voa)
Share :

Gerakan Earth Hour diperingati setiap 30 Maret di seluruh dunia untuk menghemat listrik. Namun tak banyak yang tahu aksi ini bukan sekedar soal kampanye mematikan lampu.

Sejak dimulai pada 2007 di Australia, Earth Hour terus menjangkau banyak kota di seluruh dunia. Di Indonesia, pada 2019, gerakan ini sudah diperingati 30 kota.

Peringatan ini ditandai dengan pemadaman listrik di ratusan gedung pemerintah, gedung perkantoran, hotel, dan landmark. Pada 2017, Jawa Barat menghemat 89 MW konsumsi listrik.

Namun, menurut CEO WWF Indonesia Rizal Malik, Earth Hour bukan cuma menghemat listrik satu jam. Kampanye ini berupaya menyadarkan masyarakat pentingnya merawat Bumi.

“Bagaimana kita bersama-sama mengingat kembali hubungan kita dengan alam. Alam yang memberikan sumber kehidupan bagi kita, oksigen, air, pangan, obat-obatan dan berbagai hal yang membuat kita bisa bertahan hidup,” ujarnya dalam seremoni pemadaman lampu di sebuah pusat perbelanjaan di Bandung, Sabtu 30 Maret malam.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya