Dari foto itu, Hamish yang mengenakan kemeja biru dongker dan celana panjang hitan tampak sedang berlutut sambil memegang wadah dari tanah liat yang berisi ari-ari. Di depannya ada lubang galian yang tidak begitu besar untuk mengubur wadah. Terlihat pula bunga kamboja berwarna ungu di atas wadah.
Sementara itu, merangkum berbagai sumber, mengubur ari-ari memiliki makna melindungi saluran nutrisi tersebut agat tidak dimakan binatang maupun dibuang begitu saja di tempat sampah. Perlakukan istimewa terhadap ari-ari dikarenakan saluran nutrisi itu dianggap sebagai teman bayi sejak dalam kandungan sehingga perlu dirawat dengan baik. Caranya dengan mengubur di dalam tanah yang berada di sekitar pekarangan rumah.
Ari-ari biasanya dikubur bersama benda-benda lain atau sesaji seperti kembang boreh, kemenyan, garam, bawang merah, bawang putih, gula, dan sedikit kelapa. Ada pula yang menambahkan jarum, benang, pensil, serta kertas bertuliskan huruf latin atau Arab. Benda-benda itu memiliki makna masing-masing.
Garam, bawang merah, dan bawang putih dimaksudkan menghilangkan bau amis dan mengharumkan ari-ari. Lalu jarum dimaksudkan agar bayi tumbuh cerdas, bayi dimaksudkan agar bayi panjang umur, serta pensil dan tulisan dimaksudkan agar bayi tumbuh menjadi anak baik. Selain itu, mengubur ari-ari tidak boleh terlalu dalam dan harus selalu diberi penerangan selama 35 hari.
(Helmi Ade Saputra)