Saat kumpul keluarga untuk merayakan Imlek yang tak ketinggalan ada di meja adalah suguhan makanan. Tapi rupanya tak sembarang jenis makanan yang disajikan karena punya makna khusus.
Salah satu jenis makanan yang tak boleh disajikan adalah makanan berduri. Seperti salak, durian, sirsak dan sebagainya.
Bukan tanpa alasan, menurut orang-orang keturunan Tionghoa, buah berduri ternyata punya makna yang jelek. Artinya bisa mengganggu kehidupan sehari-hari di setiap kalangan keluarga Tionghoa.
Pakar budaya dari Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (APTI), Aji 'Çhen' Bromokusumo, menjelaskan, buah berduri tajam merupakan lambang kesialan, ketidakharmonisan, dan pertikaian. Meskipun rasanya enak, tapi buah tersebut tak boleh ada saat perayaan Imlek.
"Makanya tidak pernah ada saat perayaan Imlek dan tidak disajikan di meja makan," ungkap Chen saat dihubungi Okezone, Kamis (5/2/2019).
Sebagai gantinya, tambah Chen, ada banyak pengganti buah-buahan yang bermakna baik. Kemudian wajib disajikan selama merayakan Tahun Baru China.