dr.Daniel menambahkan, olahraga jalan cepat yang disinggung di atas, dengan catatan dilakukan hitungan nadi yang tepat. “Secepat apa? Secepat nadi 60persen dari hitungan nadi (220 dikurangi nominal usia. Harus di antara 60 hingga 70 persen lah,” imbuhnya.
Perihal frekuensi berolahraga lari, jogging atau jalan cepat ini. Dokter yang termasuk tenaga medis dalam perhelatan akbar Asian Games ini menjelaskan, jika ingin hasil nyata maka olahraga ini harus rutin dilakukan setiap hari, tepatnya lima hari dalam hitungan satu pekan.
“Turun 0,09 kilo per minggu dengan catatan berolahraga ini dengan total 300menit per pekan jadi dibagi lima hari misalnya, berarti tiap hari harus jalan satu jam. Untuk maintained, 150menit per minggu jadi setiap hari 30menit. Ingat ya, targetnya bukan keringatan dan kelelahan, tapi hitungan nadinya, yang penting jangan sampai lewat dari hitungan nadi,” tutup dr.Daniel.
(Renny Sundayani)