“Tidak bisa bicara mana yang lebih bagus karena berbeda-beda, potensinya sama-sama bagus,” bebernya. Menjaga keberlangsungan produksi biji kopi berkualitas bukanlah pekerjaan yang mudah. Agar bisa bertahan sekaligus memperluas jangkauan pasarnya, diperlukan riset jangka panjang serta kerja sama berbagai pihak.
“Setelah diedukasi, tiga-empat tahun baru bisa bikin data, yang cocok (di daerah tersebut) varietas apa, prosesnya seperti apa, baru bisa membuatnya long-lasting,” papar John.
Menginjak usianya yang kelima pada 24 Januari 2019, Tanamera sukses membuka 11 gerai di lima kota besar di Indonesia. Tahun ini Tanamera akan melakukan perluasan pasar di tiga kota, yaitu Palembang, Medan dan Semarang. Tanamera juga akan berekspansi ke pasar Asia dimulai dari Singapura dan Malaysia sebagai bagian dari komitmen untuk terus memperkenalkan kopi nusantara ke pasar internasional.
(Renny Sundayani)