"Saat saya keliling, memang permintaannya berbeda-beda, fasilitas beda, jadi saya tetap harus lihat dulu. Kadang fasilitas sudah ada, tapi mereka masih banyak yang belum tahu, kurang edukasi. Jadi saya ajarkan dulu,” jelasnya.
Kopi dari daerah yang sama bisa memiliki perbedaan rasa karena ditentukan oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah kondisi tanah tempat menanamnya.
“Tanah satu dan dua beda nutrisinya, kalau nutrisi beda, rasa juga beda,” kata John. Biji kopi Toraja, misalnya, menurutnya punya rasa yang lebih manis sementara kopi Gayo lebih kompleks dan lebih asam dibandingkan biji kopi dari daerah lain. Lalu biji kopi di daerah Bali, misalnya, yang menurutnya memiliki rasa ‘fruity’ cukup kuat. Hal itu dikarenakan pohon jeruk ditanam bersebelahan dengan pohon kopi sebagai tanaman pelindung.
Tanaman kopi sendiri memang membutuhkan tanaman pelindung untuk menghindari sinar matahari langsung yang bisa merusak tanaman kopi. Karena biji kopi dari setiap daerah memiliki rasa yang berbeda, maka tidak ada rasa yang terbaik. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.