8. Jillian Mercado
Lahir pada 30 April 1987 di New York City, Jillian Mercado didiagonosis dengan distrofi otot spastik dan harus duduk di kursi roda saat umurnya 3 tahun. Lalu ketika ia mulai tertarik menjadi seorang model, ia mencari model yang seperti dirinya di internet namun tidak menemukan hasilnya.
Akhirnya Jillian belajar fashion marketing di Fashion Institute of Technology in New York. Pada 2011, ia tampil pada campaign pertamanya untuk merek denim dan kemudian menandatangani kontrak dengan IMG Models.
Setelah itu ia telah berkali-kali menjadi model brand ternama dan pernah tampil di majalah Glamour, Cosmopolitan, dan menjadi cover majalah Posture.
9. Nyakim Gatwech
Lahir di Sudan Selatan, Nyakim Gatwech telah menjadi sosok inspirasional bagi banyak orang. Dengan lebih dari 431ribu pengikut di sosial media Instagram, wanita yang dijuluki ‘Queen of Dark’ ini sering mengunggah postingan tentang kepositifan tubuh dan mengajak para pengikutnya untuk menerima tubuh dan warna kulit mereka apa adanya.
Maret lalu, ia pernah berbagi cerita saat sedang dalam perjalanan dengan Uber, supirnya bertanya: “Tidak bermaksud menyinggung, tapi jika kamu diberi uang sebanyak USD10 ribu, apakah kamu akan memutihkan kulit dengan uang itu?” Ia juga mengaku sudah sering menghadapi pertanyaan mengenai warna kulitnya.
10. Ashley Graham
Seorang model Amerika bernama Ashley Graham telah membuktikan bahwa ukuran tubuh tidak menjadi halangan baginya untuk terjun di industri permodelan. Ia telah tampil di berbagai majalah ternama seperti Vogue, Harper’s Bazaar, dan Glamour.
Selain itu, dia juga sering datang ke sekolah-sekolah untuk menyuarakan tentang bagaimana cara menerima diri apa adanya dan menumbuhkan rasa percaya diri atas tubuh sendiri. Ashley juga berpartisipasi dalam misi kemanusiaan bersama Themba Foundation.
(Martin Bagya Kertiyasa)