JIKA Anda memiliki media sosial, seperti Instagram dan mengikuti trennya tentu tahu ada beberapa tantangan atau challenge yang jadi perbincangan dan viral karena diikuti oleh banyak warganet. Dengan maksud agar populer, netizen berbondong-bondong mengikuti Kiki challenge atau In My Feelings Challenge, yang kemudian diikuti oleh munculnya Numpak Rx King Challenge.
Sebelumnya, tidak hanya ada dua challenge atau tantangan itu saja, tapi masih ada banyak challenge yang jadi tren dan membahayakan kesehatan hingga keselamatan nyawa pelakunya. Lalu, sebagai orangtua apa yang bisa Anda lakukan? Untuk melarang anak tidak menggunakan media sosial memang sulit untuk dilakukan, tapi bukan berarti tidak bisa mengawasinya.
BACA JUGA:
Masalah ini tentu jadi masalah baru bagi orangtua, karena dulu challenge semacam ini belum ada, yang artinya pola asuh pun harus berbeda dari pola sebelumnya. Dilansir oleh Okezone dari laman Healthy Children, Senin (6/8/2018), latar belakang remaja melakukan challenge media sosial, karena otaknya yang masih dalam proses perkembangan.
Ada bagian otak yang belum sepenuhnya dikembangkan sehingga belum bisa berpikir secara rasional, yang berarti remaja secara alami lebih impulsif, dan cenderung bertindak sebelum memikirkan semua konsekuensinya.
Sumber menuliskan, orangtua bisa membantu anak remajanya untuk menanyakan pada anak tentang tantangan terbesar yang pernah mereka dengar, tanyakan pada mereka dengan tenang, ‘Apa yang mereka pikirkan tentang tantangan itu?’ Pertanyaan ini bisa membuat Anda memberikan pandangan pada anak remaja agar menilai risiko dari challenge itu dan kemungkinan buruk yang terjadi.