Maka dari itu, tidak sepatutnya kita sebagai masyarakat Indonesia menganggap enteng akan bahayanya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini. Tidak hanya demam berdarah, namun juga malaria serta zika.
Nah, salah satu upaya untuk menghambat laju penularan penyakit endemik, salah satunya yang paling familier yakni demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk ini, ialah dari cara fisik yakni 3M. Nah, jika dulu kita familiar dengan cara 3M sebagai tindakan preventif dan pengendalian penularan demam berdarah ini, yang digaungkan adalah Menguras, Menutup dan Mengubur. Sekarang konsepnya ternyata sudah mengalami sedikit perubahan.
Kini, konsep 3M yang digaungkan pihak pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, seperti yang dijelaskan oleh Dr.Suwito, M.Kes selaku Kepala Subdit Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, telah mengalami sedikit perubahan. Lalu apa konsep 3M yang baru untuk tindakan pencegahan dan pengendalian penularan penyakit demam berdarah ini?
(Baca Juga:Minum Wedang Jahe Bantu Atas Nyeri Punggung Menyiksa)
“Iya 3M ini kan dulu Menguras, menutup dan mengubur. Untuk menguras dan menutup masih sama. Yakni yang pertama kita itu harus rutin menguras tempat-tempat penampungan air, dikuras rutin supaya jentik nyamuk itu tidak tumbuh jadi nyamuk dewasa. Lalu penting juga untuk menutup, ya kalau tempat-tempat penampungan air ini tak ditutup ya nyamuk kan bisa datang untuk bertelur. Nah, terakhir kini digalangkan untuk mendaur ulang. Mendaur ulang barang-barang bekas yang masih bernilai ekonimis, contohnya botol-botol plastik yang masih dimanfaatkan, ban bekas masih bisa didaur ulang jadi produk lain,” jelas dr. Suwito saat dijumpai Okezone, Selasa (17/7/2018) dalam acara “ Media Briefing: Perkembangan Demam Berdarah di Indonesia Peduli Terhadap Jutaan Sesama oleh Bayer Vector Control Meeting” di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.