KOPI adalah minuman favorit bagi banyak orang. Saking sukanya, sejumlah orang sampai memiliki grinder sendiri untuk menghaluskan biji kopi. Namun ada pula yang memilih untuk meminum kopi instan seperti kopi sachet.
Kopi sachet memiliki masa simpan yang lebih lama bila dibandingkan dengan kopi panggang atau bubuk. Hal itu sering dikaitkan dengan dampak negatif kopi sachet bagi kesehatan. Benarkah demikian? Berikut ulasannya.
BACA JUGA:
Melansir Livestrong, Selasa (27/2/2018), kopi sachet sering hadir dalam dua versi yaitu berkafein atau tidak. Kandungan kafein pada kopi sachet biasanya lebih sedikit dibandingkan kopi bubuk yang langsung dihaluskan dari biji.
Kandungan kafein dalam setiap sachet rata-rata hanya 27 mg. Sedangkan pada kopi bubuk kandungan kafeinnya minimal 95 mg. Jumlah kafein yang lebih sedikit tentu berdampak positif bagi mereka yang tidak kuat mengonsumsi kafein terlalu banyak. Selain itu, kopi sachet mengandung beberapa nutrisi antara lain potasium, boron, kromium, serta magnesium. Tak hanya itu, kandungan cafestol yang bisa meningkatkan kolesterol pada kopi sachet lebih sedikit.
Walau begitu, bukan berarti kopi sachet benar-benar aman untuk diminum. Kopi jenis tersebut juga mengandung senyawa beracun yaitu akrilamida. Senyawa tersebut telah terbukti dapat menyebabkan kanker pada hewan dan bisa menyebabkan kerusakan saraf.
BACA JUGA:
Sekadar informasi, kandungan akrilamida pada kopi sachet biasanya cukup tinggi. Hal itu lantaran senyawa tersebut terjadi secara alami selama pemanasan suhu tinggi. Sebagaimana diketahui, untuk meminumnya kopi sachet biasanya terlebih dahulu diseduh dengan air panas.
Di sisi lain, sebuah penelitian di awal tahun 2009 yang dilakukan oleh ilmuwan di Durham University mengungkapkan bahwa orang-orang yang minum lebih dari tujuh cangkir kopi instan sehari berisiko tinggi mengalami halusinasi. Kondisi itu mungkin terjadi karena kafein meningkatkan produksi kortison yaitu hormon stres. Berdasarkan fakta-fakta di atas, maka dapat ditarik kesimpulan jika kopi sachet aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi tubuh apabila dalam jumlah wajar.
(Santi Andriani)