POPULARITAS konsumsi kopi instan di negara-negara Asia dan Timur Tengah, mengalami kelonjakan yang cukup pesat. Menurut Euromonitor, pasar kopi instan saat ini telah mencapai angka Rp37 triliun, dan diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga Rp48 triliun pada 2020.
"Pertumbuhan ini datang dari negara-negara berkembang seperti Asia dan Timur Tengah, di mana para konsumen melihat kopi instan sebagai salah satu minuman yang menarik dan praktis untuk disajikan. Selain itu, dengan mengonsumsi kopi instan, mereka juga bisa merasakan gaya hidup orang-orang barat yang modern," kata analis Euromonitor, Matthew Barry dalam sebuah wawancara dengan FoodNavigor-USA.k.
Sebaliknya, tingkat konsumsi kopi instan di negara-negara maju terbilang sangat rendah. Kecuali negara-negara yang berada di kawasan Eropa Timur. Berdasarkan data Euromonitor, kawasan Eropa Timur-lah yang memiliki tingkat konsumsi kopi instan tertinggi di dunia.
Meskipun demikian, pada 2020 mendatang kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah dan Afrika diprediksi akan melampaui rekor yang saat ini dipegang kawasan Eropa Timur. Industri kopi instan sebetulnya tidak hanya mencakup produk kopi hitam saja. Sudah banyak varietas terbaru yang menggunakan krim dan gula. Dilansir dari The Daily Meal, Kamis (1/12/2016).
(Santi Andriani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.