"Sayembaranya dilakukan pada tahun 2012 lalu dan dimenangkan oleh seorang siswa Ales Candra Wibawa dari SMA Negeri 1, Wates," tutur Kris kepada Okezone, dalam acara Press Tour bersama Kementerian Pariwisata RI, di Kantor Pemda Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah, Jumat (3/11/2017).
Perkembangan batik geblek renteng ini ternyata juga berhasil membawa dampak positif bagi perekononian masyarakat Kulon Progo.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H Sutedjo. Melalui program Bela Beli Kulonprogo, pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk mengenakan kain batik buatan sendiri/lokal.
"Dulu pengrajin batik Kulon Progo itu bisa diibaratkan mati suri. Tetapi setelah ada motif geblek renteng ini, omsetnya meningkat luar biasa. Karena sekarang para pelajar, karyawan kantoran, diwajibkan untuk memakai batik ini setidaknya 1 kali seminggu. Beberapa waktu lalu, 6 menteri Indonesia juga terlihat mengenakan batik kami," tukasnya.
(Renny Sundayani)