Selain memiliki risiko aterosklerosis terbesar, orang yang melewatkan sarapan juga memiliki lingkar pinggang yang lebar, indeks massa tubuh, tekanan darah, kadar kolesterol dan kadar gula darah tinggi.
Peserta penelitian yang melewatkan sarapan lebih cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat secara keseluruhan, termasuk diet keseluruhan yang buruk, konsumsi alkohol dan merokok yang sering. Mereka juga lebih cenderung kelebihan berat badan atau obesitas.
(Baca Juga: 3 Menu Sarapan Unik yang Wajib Dicoba)
Penelitian ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan bahwa melewatkan sarapan secara langsung menyebabkan masalah jantung atau pengerasan arteri.
Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah bahwa beberapa orang mungkin telah melewatkan sarapan karena mereka mengalami obesitas dan mencoba menurunkan berat badan atau memperbaiki faktor risiko penyakit jantung lainnya yang juga dapat berkontribusi pada aterosklerosis, para penulis mencatat.