3. Bungkus roti : Cobalah untuk bungkus roti dengan plastik ataupun aluminium foil untuk menangkup kelembapan, disebutkan lebih lanjut sebaiknya hindari memakai paper bag karena hal ini membuat udara bisa masuk dan membuat roti menjadi kering.
4. Breadbox : Jika memungkinkan, sebaiknya memang roti disimpan di dalam wadah breadbox yang memang dirancang khusus untuk menyimpan roti. Versi tradisional dari breadbox biasanya terbuatd dari bahan kayu, namun sekarang biasanya terbuat dari logam. Biasanya setiap box bisa memuat hingga dua buah roti.
5. Taruh di freezer : Ketimbang menyimpan roti di dalam lemari pendingin, lebih disarankan untuk menyimpan roti dengan memasukkannya langsung ke dalam freezer, pasalnya jika disimpan di dalam lemari pendingin (bukan di area freezer) roti bisa mengalami proses recrystallizes sehingga membuat roti akhirnya menjadi keras. Sebelum disimpan di dalam freezer, iris-iris roti lalu simpan di dalam kantung zip lock pag baru letakkan di dalam freezer.
6. Panaskan : Jika roti menjadi apek dan keras, panaskan dengan cara dimasukkan ke dalam microwave dengan sebelumnya sudah dialasi paper towel, lalu taruh di microwave selama kurang lebih 10 detik, baru kemudian dipanggang di dalam oven atau toaster. Dengan metode ini maka bagian dalam roti bisa menjadi lebih lunak, dan bagian yang keras bisa dipotong dengan pisau lalu dibuang.
(Dinno Baskoro)