KABAR gembira datang dari kerajaan Inggris. Dikabarkan, Kate sedang mengandung anak ketiganya. Suka cita ini pun disambut baik seluruh rakyat Inggris maupun masyarakat luas yang mencintai pasangan ini.
Namun, dibalik kabar bahagia tersebut, terselip berita duka. Pasalnya, para ahli memperingatkan akan kesehatan Kate di kehamilan ketiga ini. Masalah Hiperemesis Gravidarum (HG) dialami sang Dutchess of Cambridge. Kondisi tersebut diyakini hanya menyerang satu persen dari kehamilan, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (5/9/2017).
BACA JUGA:
Masalah HG adalah komplikasi yang menyebabkan mual dan muntah berlebihan. Tidak seperti morning sickness biasa, masalah ini tidak hilang seiring berjalannya waktu dan bisa membuat beberapa ibu hamil tidak tidur. Sebab, mereka tidak dapat menahan makanan atau minuman. Hal ini juga dianggap sebagai penyebab utama pasien rawat inap selama kehamilan mengalami dehidrasi. Tentunya berbahaya bagi si ibu dan anak.
Lebih lanjut, jika dehidrasi menyerang maka bayi berisiko mengalami kelainan. Pasalnya, karena ibu terlalu banyak muntah itu dapat mengurangi jumlah cairan tubuh, sedangkan cairan tersebut dibutuhkan bayi untuk berkembang. Kondisi ini mungkin tidak bisa pulih sampai bayi lahir, meski beberapa kasus bisa membaik sekitar 20 minggu.
Banyak calon ibu mungkin kehilangan cairan tubuh sampai 10 persen dari berat badannya ketika mengalami masalah ini. Hal itu dapat memicu penumpukan racun dalam darah atau air seni yang dikenal sebagai ketosis karena tubuh mencoba untuk mengimbangi kekurangan makanan.
Perihal berapa banyak penderita masalah ini, para ahli belum bisa memastikan angka pastinya. Sebab, beberapa kasus mungkin tidak dilaporkan. Tapi, diperkirakan sekitar satu dari setiap 100 orang mengalami kondisi ini, termasuk Kate.
Sementara itu, tanda dan gejala HG di antaranya mual dan muntah yang berkepanjangan dan parah, dehidrasi, tekanan darah rendah, dan penurunan berat badan yang cepat.
Pengobatan di rumah sakit untuk mereka yang sudah dalam kondisi buruk sangat penting, karena tanpa pemberian makanan dan cairan intravena, ibu hamil berisiko mengalami dehidrasi berbahaya.
BACA JUGA:
Perlu Anda ketahui, menurut Marlena Schoenberg Fejzo, seorang peneliti obat di University of California, Los Angeles, masalah ini menjadi penyebab utama kematian internal sejak 1950-an.
Tapi Marlena memperingatkan bahwa kondisi demikian tidak begitu disadari banyak orang. Makanya, perlu Anda perhatikan juga, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan bayi dan ada risiko kecil lahir prematur, atau memiliki berat lahir sangat rendah. Jika kondisi itu terjadi, ada kemungkinan bisa mematikan karena tubuh bayi belum berkembang sepenuhnya.
Pada kasus yang parah, kondisi ini juga bisa memicu keguguran. Hal itu pun dapat menyebabkan denyut jantung yang tidak normal dengan cepat pada ibu. Jadi, cukup berbahaya.
Lebih lengkap lagi, NHS menjelaskan, kondisi ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon HCG atau human chorionic gonadotropin, yang meningkat setelah pembuahan. Diungkapkan lebih lanjut, kondisi ini belum ada obatnya, tapi salah satu perawatan yang paling efektif adalah obat Ondansetron.