PERNAHKAH Anda tergoda memesan secangkir kopi hanya karena ingin melihat kreasi yang dilakukan barista di permukaan minumannya?
Bahkan untuk meminumnya saja, Anda membutuhkan waktu dulu hanya untuk mengabadikan karya seni sang barista dan mengunggahnya di mdia sosial. Ini adalah salah satu contoh betapa peminum kopi saat ini bukan hanya menilai soal rasa, tetapi juga estetika.
Karya seni visual yang dilakukan barista dengan menampilkan gambar hewan maupun yang lainnya di atas permukaan sajian kopi disebut latte art. Dinamakan demikian karena seni ini biasanya diaplikasikan pada kopi latte yang merupakan minuman campuran kopi dan susu.
Dikutip dari Baristainstitute, seni visual pada kopi ditemukan beberapa dekade yang lalu di Italia yang merupakan kota asal minuman kopi latte. Namun orang-orang lebih mengenal seni visual itu lahir di Amerika, di mana latte art menjadi sesuatu yang mainstream.
Menurut situs ini, cangkir kopi yang dihiasi dengan pola dipopulerkan di Amerika Serikat pada akhir 1980-an dan awal 1990-an hingga menyebar ke seluruh dunia.
Pada tahun 2000-an, latte art mulai menyebar ke Australia dan negara-negara Nordik. Sedangkan kini, latte art sudah menjadi hal yang mainstream di Asia. Bahkan barista-barista Asia dikenal dapat menciptakan seni visual yang baik untuk latte art. Hal ini memunculkan kejuaraan dunia untuk seni latte.
"Barista Asia memiliki etos kerja yang sangat kuat, dan mereka gigih serta termotivasi untuk mencapai puncak," kata instruktur barista Kolpaktsi.
Kolpaktsi mengatakan, popularitas seni latte telah tumbuh seiring dengan peningkatan kesadaran kopi secara keseluruhan oleh konsumen. Konsumen saat ini bukan hanya mencari rasa, tetapi juga belajar menekankan kualitas kopi.
"Minuman enak yang diberikan dengan cepat dan memiliki definisi pola yang baik adalah tanda seorang barista profesional yang menghargai pekerjaan, bahan, dan pelanggan mereka," lanjutnya.
Dengan meningkatkan tren media sosial di seluruh dunia, membuat fenomena seni latte mendunia. Tak hanya soal rasa, para pelanggan juga menilai presentasi dan mengunggahnya di media sosial untuk mendapatkan popularitas.
Kepopuleran seni latte terus berlanjut di berbagai belahan dunia. Bahkan, sejak 4 tahun lalu warganet dihebohkan dengan adanya desain kucing 3D pada latte art. Hal ini mulai dipopulerkan oleh barista bernama Kazuki Yamamoto yang juga menciptakan kreasi 3D jerapah dan Snoopu dalam latte art.
(Vien Dimyati)