SINAR matahari sudah sejak lama dipercaya membawa kebaikan untuk tubuh. Tapi, karena padatnya aktivitas, orang kini mulai jarang terpapar sinar matahari. Padahal, paparan sinar matahari memengaruhi berbagai sistem tubuh.
Menurut seorang ilmuwan, Dr Normal Rosenthal dari Universitas Georgetown, sinar matahari berkaitan dengan kondisi Seasonal Affective Disorder (SAD). SAD adalah kondisi di mana seseorang mengalami gangguan musim dingin di mana mereka akan merasa sedih dan putus asa apabila harus berada di dalam rumah dan terkena cahaya buatan seperti lampu.
Memang tidak semua orang bermasalah karena kurang mendapatkan sinar matahari. Tapi untuk beberapa orang, paparan sinar matahari bisa membantu meningkatkan mood dan memberikan energi.
(Baca Juga: Ibu Hamil Sering Makan Junk Food, Bayinya Berisiko Mengalami Depresi)
Hal ini telah dibuktikan dengan penelitian kepada pekerja shift. Ternyata, pekerja shift malam yang kurang mendapatkan sinar matahari akan menghasilkan lebih sedikit melatonin.