''Mama-Papa Stop!'', Apa yang Dipikirkan Anak saat Orangtuanya Bertengkar?

Vessy Frizona, Jurnalis
Selasa 08 Agustus 2017 06:18 WIB
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)
Share :

DARI pertengkaran kecil, debat panjang, hingga amukan ayah yang disambut tangisan ibu sangat memengaruhi kejiwaan anak. Tak hanya saat itu, tetapi jangka panjang.

Seorang anak remaja di Amerika Serikat, Sabina, curhat. Dia masih ingat kala orangtuanya berkelahi waktu ia kecil. Dia tak mendengar jelas kata-kata apa yang terucap, dia hanya ingat saat itu ia ketakutan dan langsung manarik adik perempuannya bersembunyi di balik mesin cuci

Baca Juga: Anak Jadi Tukang Gosip & Berkata Buruk? Perhatikan Teman Sekolahnya Moms!

“Emosi yang saya rasakan saat memikirkan malam itu sangat bercampur dan membuat saya sangat cemas. Di sisi lain, saya tahu bahkan pada usia lima tahun bahwa saya mencintai saudara perempuan saya dan tidak ingin dia mengalami hal-hal yang saya alami dan akan melakukan sesuatu untuk melindunginya,” tulis Sabina seperti dikutip Familyshare, Selasa (8/8/2017).

Tidak semua argumen nada-nada tinggi dapat memicu kekerasan, namun setiap argumen menimbulkan stres pada anak. Bahkan pada usia lima tahun, Sabina sangat menyadari energi negatif, merasa terancam dan berusaha melindungi saudara kandungnya. Dia tidak bisa mengingat kata-kata yang orangtuanya katakan, tapi dia mengingat perasaannya dengan jelas.

Baca Juga: Anak Alami Kesulitan Bersosialisasi, Yuk Buat Mereka Nyaman Bergaul di Luar

Moms, ingat ya, apa yang Anda lakukan di depan anak itu penting. Contoh lain adalah Abigail yang tumbuh di rumah dengan kondisi keluarga stabil. Orangtuanya jarang tidak setuju jika dia punya permintaan dan jika mereka berkelahi, tidak dilakukan di depan anak-anak. Dia bilang hanya ada sekilas atau diskusi sesekali tentang jadwal sibuk atau tugas kedua orangtuanya. Dia merasa konflik yang terjadi diselesaikan dengan cepat. Dia menghargai contoh kedua orangtuanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya