ROTI tawar yang praktis namun mengenyangkan karena masuk dalam kategori karbohidrat, sejatinya memang menjadi menu sarapan andalan bagi banyak orang dari berbagai penjuru dunia.
Tidak rumit dibuat sehingga tidak memakan banyak waktu, mungkin menjadi salah satu alasan paling utama banyak ibu-ibu memilih roti tawar sebagai menu sarapan ataupun bekal kudapan untuk anak-anak di sekolah. Maka tidak heran, semenjak usia dini kita sudah sangat akrab dengan menu irisan roti tawar sebagai menu sarapan atau bekal sekolah.
Namun, sebenarnya tahukah siapa yang pertama kali menciptakan ide untuk membuat roti tawar yang tebal dan besar menjadi lebih mudah dan nyaman dikonsumsi dengan cara dipotong alias diiris? Sosok di balik tampilan irisan roti tawar yang kita konsumsi sekarang, ternyata sebagaimana dikutip Teenvogue, Jumat (28/7/2017) adalah ide dari seorang baker atau pembuat roti, Otto Frederick Rohwedder.
Kala itu, di abad 1900 Otto yang merupakan seorang pembuat roti lah yang membuat mesin pemotong roti tawar, karena ia merasa roti tawar dengan tampilan utuh belum dipotong-potong tidak akan laku dijual mengingat bentuknya yang terlalu besar dan terlalu padat. Siapa sangka, mesin pemotong roti tawar buata Otto ini akhirnya menjadi penemuan besar yang berkembang terus hingga akhirnya sajian roti sandwich peanut butter and jelly bisa hadir kemudian.
BACA JUGA: 3 Makanan Pelengkap yang Enak Disantap Bersama Sandwich
Untuk selai buah sendiri, disebutkan dibuat pertama kali oleh Paul Welch pada 1917 dengan menggunakan buah anggur jenis Concord yang digiling halus lalu diolah lagi menjadi jelly anggur yang kala itu dinamakan Grapelade. Mengoleskan Grapelade sebagai selai isian roti tawar sendiri, semakin populer di era setelah perang dingin tepatnya sebagai salah satu menu yang disantap di saat para tentara perang sudah pulang ke rumah.
Setelah membahas roti tawar dan selai buah, sebagai bagian kesatuan dari roti peanut butter and jelly. Kemudian sebenarnya, siapakah yang pertama kali menghadirkan ide selai pasta kacang tersebut?
Ternyata, selai pasta kacang tersebut atau peanut butter ini dihadirkan pertama kali oleh Dr. Ambrose Straub, pada 1880. Ia adalah seorang dokter dari St. Louis, Amerika. Bisa dibilang, awalnya Ambrose pertama kali membuat selai pasta kacang tersebut dengan alasan medis yakni untuk menolong seorang pasiennya kala itu yang menderita penyakit geriatric dan para pasien yang mengalami kondisi gigi buruk, agar bisa menelan makanan lebih mudah.
Temuan selai pasta kacang dari Ambrose ini, sampai akhirnya di proses secara manufaktur oleh Dr. John Harvey Kellogg, yakni sosok di balik produk sereal sarapan Fruit Loops dan Frosted Flakes. Hingga akhirnya kemunculan peanut butter di acara Chicago World's Fair pada 1893, menjadi titik momentum awal peanut butter kini bisa beredar di dunia luas dan bisa ditemukan semua pasar swalayan di Amerika.
Sementara itu, resep roti sandwich peanut butter and jelly sendiri dituliskan oleh seseorang yang bernama Julia Davis Chandler pada 1901. Di tahun yang sama, disebutkan ialah orang pertama yang menamakan irisan roti tawar dengan olesan selai buah dan peanut butter ini menjadi sandwich peanut butter and jelly yang terekam dalam Boston Cooking School Magazine of Culinary Science & Domestic Economics.
BACA JUGA: Ngiler! Ini 5 Sandwich Khas dari 5 Negara Wajib Dicoba
Peanut butter akhirnya semakin komersil di era 1920’an karena harga jualnya yang mengalami penurunan. Sehingga menjadikan lebih banyak lagi keluarga yang bisa membeli selai pasta kacang ini di pasaran. Bahkan, dalam era Great Depression di 1930’an roti oles peanut butter and jelly ini semakin tenar karena dinilai sebagai pilihan menu yang cerdas karena tidak mahal, mudah dibuat, namun kaya akan kandungan protein yang berguna untuk tubuh.