OKEZONE STORY#3: Bubah Alfian, Jual Hadiah Lomba Demi Bertahan Hidup

Pradita Ananda, Jurnalis
Rabu 14 Juni 2017 20:00 WIB
Ilustrasi jual harta (Foto: Entrepreneur)
Share :

MEMULAI perjalanan hidup sebagai make-up artis di ibu kota yang keras, tentu bukan perkara mudah. Setelah memenangkan ajang Gading Beauty Award, bukan berarti perjalanan Bubah Alfian di Jakarta seketika langsung mulus.

Saya menyadari bahwa hidup di kota metropolitan seperti Jakarta, memang membutuhkan banyak dana. Hingga akhirnya saya memutuskan hadiah dari lomba berupa satu unit handphone, lebih baik saya jual agar berubah menjadi uang yang bisa digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

Terlalu lama menumpang hidup pada orang lain, membuat saya lama-kelamaan menjadi tidak enak hati. Ditambah keinginan kuat saya yang ingin hidup mandiri di Jakarta sembari bekerja, akhirnya saya berani memutuskan untuk mulai cari tempat tinggal sendiri.

Tempat tinggal pertama saya hanyalah sebuah kamar kost kecil di sebuah gang sempit dekat aliran sungai di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan yang tarif per bulannya waktu itu kira-kira Rp350.000.

Jangan bayangkan saya tinggal nyaman di kamar kost yang sejuk dengan AC, boro-boro AC karena kipas angin dan lemari baju pun saya tidak punya. Sampai saya memakai kotak kardus yang berubah fungsi menjadi tempat menyimpan pakaian dan segala perlengkapan.

 <blockquote class="instagram-media" data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:62.4537037037037% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BU7J8TxBLsH/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Make Up Artist Bubah Alfian (@bubahalfian)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2017-06-04T16:26:12+00:00">Jun 4, 2017 at 9:26am PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>

Begitupun soal makan, saya sangat menghemat sekali pengeluaran kala itu. Di pikiran saya waktu itu, bagaimana caranya sehari-hari uang yang ada cukup untuk makan sehari dua kali sehari.

Walau tidak pernah ada rasa menyesal hijrah ke Jakarta, tapi jujur awal-awal hidup sendiri di Jakarta tentunya sebagai manusia biasa, saya sempat terpikir bisa atau tidak ya saya bertahan dan sukses meniti hidup dengan kondisi hidup kala itu.

Lantas, seperti apa kelanjutan kisah nyata kehidupan dari Bubah Alfian seorang make-up artis dari daerah yang akhirnya kini mampu berkarir secara internasional? Simak terus Okezone Story, setiap hari pukul 20.00 WIB.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya