MENCAMPURKAN susu ke dalam seduhan teh memang menciptakan rasa unik dan tentunya berbeda. Tapi bagi mereka yang benar-benar mencintai rasa teh yang asli, cara tersebut seperti melukai hati mereka.
Menikmati apapun sebenarnya adalah soal selera masing-masing orang. Termasuk apakah mereka ingin menambahkan bahan lain untuk mendapatkan rasa yang mungkin baru.
@Journo_AntonB ok ð
— Not a ⓟⓞⓢⓗ Girlð #3 (@skinnymilk79) November 4, 2016
Tapi beberapa hari terakhir ini media sosial seperti Twitter tampaknya dipenuhi oleh pencinta teh yang agak marah dan ingin protes bahwa warna teh bahkan rasanya dirusak dengan campuran susu yang takarannya dinilai berlebihan.
Mereka ramai-ramai mengunggah foto secangkir minuman berwarna krem bahkan mendekati putih susu. Nyaris sudah tidak bisa dikenali kalau minuman tersebut awalnya adalah secangkir teh. Tapi jika Anda memerhatikan ada jejak yang ditinggalkan, yakni teh celup untuk sekadar mengingatkan kalau awalnya minuman ini adalah secangkir teh.
Two cups of tea. One good, one awfully bad... #TeaShouldLookLikeHeMansFace #Cuppa #StrongTea #WeakTea pic.twitter.com/WkzjlU3uCe
— Steve Marshall (@BravestarrMarsh) August 17, 2016
Mereka kebanyakan menuliskan bahwa teh yang diberi susu hingga merubah drastis warnanya adalah sama saja teh yang buruk.
'Hidup ini terlalu singkat untuk menikmat teh yang buruk ," cuit pemilik akun James Wood.
Life is too short to drink weak tea. Down the sink it goes. pic.twitter.com/8wNsgAvjBQ
— James Wood (@TheWoodski) September 22, 2016
Mereka yang tampaknya tidak benar-benar suka dengan rasa teh kemudian menambahkan terlalu banyak susu sapi atau susu kedelai. Tapi apa yang mereka lakukan benar-benar membuat citra teh menjadi buruk.
Seperti dilansir dari Metro, Selasa (8/11/2016), menurut Tea and Infusions Organisation sekira 60 miliar cangkir kopi dikonsumsi setiap tahunya di Inggris. Di mana rata-rata orang minum 900 cangkir kopi setiap tahunnya, artinya 2,5 cangkir setiap harinya.
(Santi Andriani)