ROTI baguette sangat khas dengan bentuknya yang besar dan panjang seperti tongkat. Teksturnya pun keras dan kokoh pada bagian luar, namun lembut di dalam.
Seperti halnya wine dan keju. Di negara asalnya, Prancis, roti baguette telah menjadi simbol budaya Prancis dalam bersantap.
"Roti baguette ada di dalam filosofi orang Prancis. Budaya orang Prancis itu kalau makan senangnya saling berbagi," ungkap Eric Kayser, pemilik gerai Eric Kayser Le Restaurant Du Boulanger di Jakarta, belum lama ini.
Versi aslinya roti baguette terbuat dari campuran tepung gandum, ragi, air dan garam. Proses pembuatannya cukup rumit, karena harus mengulang tahap pengembangan adonan beberapa kali sampai pada akhirnya, adonan sedikit dipilin dan dipanggang dalam oven.
Hal tersebut yang membuat roti baguette punya tekstur yang begitu khas, yakni renyah di luar dan lembut di dalam. Karena itu, roti baguette kerap disantap sebagai pelengkap hidangan sup atau teman bersantai sambil minum kopi oleh masyarakat Prancis.
"Roti baguette biasa dipotong kecil dan dicelupkan ke roti atau sup," tambahnya.
Konon roti khas Prancis ini sempat jadi kontroversi karena selalu dikaitkan dengan Austria. Kenapa?
Di negara tersebut ada satu jenis roti yang populer dan cukup melegenda, yakni pain viennois. Roti ini punya bentuk, ukuran dan hampir serupa dengan roti baguette.
Meski begitu, masyarakat Prancis sudah mengenal, memproduksi dan mengonsumsi roti baguette sejak zaman Louis XIV. Hingga kini pun, roti baguette selalu dikenal sebagai roti tradisional khas Prancis.
(Santi Andriani)