Mereka yang jadi peserta acara ini, lanjut Kristin, merupakan pelanggan prioritas Telkomsel se-Jabodetabek, di mana nilai transaksi komunkasi mereka rata-rata di atas Rp1 juta setiap bulannya.
"Kita harap dengan kegiatan ini, pelanggan prioritas kita memiliki ikatan yang lebih kuat dengan Telkomsel dan akhirnya tetap loyal, bahkan diharapkan bisa memengaruhi pihak lainnya untuk menggunakan jasa Telkomsel," imbuh Kristin.
Mengapa memasak? Kristin menjelaskan, penetapan tema tersebut tidak lepas dari kuliner yang belakangan ini semakin menjadi tren di kalangan masyarakat Indonesia. Makanan, kini tidak sekadar menjadi kebutuhan perut yang harus dipenuhi, melainkan sudah menjadi gaya hidup atau lifestyle seseorang.
Karenanya, peserta kelas memasak yang berjumlah 80 orang ini, menurut Kristin, adalah mereka para pelanggan Telkomsel yang benar-benar cinta kuliner. Tidak hanya penikmat kuliner, tapi mereka yang juga suka memasak. "Kebanyakan pesertanya ibu-ibu," ujar Kristin.
Kelas memasak ini dalam satu harinya akan dibagi menjadi dua kelas. Kelas pertama yaitu pada pukul 10.00 WIB dan diakhiri dengan makan siang bersama chef pada pukul 12.00 WIB. Sedangkan session kedua, akan dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan akan diselingi dengan tea time bersama chef. Makanan yang akan diolah terdiri dari dua jenis, yaitu main course dan dessert. (yac)
(Tuty Ocktaviany)