MUTONI Sultonik adalah juru masak spesialis tepanyaki, yaitu makanan Jepang yang dimasak di atas wajan lebar dan datar. Latihan pertama pria yang akrab disapa Chef Muto ini yaitu mengaduk 2 kilogram garam di atas tepan.
Setiap orang yang telah menduduki posisi yang baik pastinya telah melalui serangkaian pengalaman dari bawah. Begitu juga Chef Muto, juru masak yang dikenal dengan julukan Kung Fu Chef ini melangkah sedikit demi sedikit demi menggapai karier yang diinginkan. Perjalanan kariernya dimulai benar-benar dari nol. Ia teringat betul bagaimana dahulu belajar, hingga akhirnya ilmu, pelajaran, dan pengalaman yang dimiliki semakin banyak.
Chef Muto kembali menuturkan, pada 2002, seorang temannya membuka restoran Jepang di Jakarta. Di sanalah Chef Muto mulai mengenal dunia kuliner lebih banyak. Ia menuturkan, saat awal bekerja, latihan pertamanya adalah diminta mengaduk garam dalam jumlah banyak di atas tepan atau wajan datar.
Hal ini dimaksudkan untuk melatih tangannya agar lemas ketika nanti mengolah makanan jenis tepanyaki. "Aku disuruh ngaduk garam banyak banget di atas tepan. Dua jam disuruh ngaduk-ngaduk terus katanya biar tangannya lemas. Emang benar lemas, bukan cuma tangan yang lemas, tapi semua badan ikut lemas," kenang Muto sambil tertawa ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Tapi, pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah, 36 tahun silam, ini akhirnya menyadari bahwa itu adalah latihan yang bermanfaat. Ia mengatakan, kalau tidak latihan seperti itu, mungkin saja tangannya tidak akan selihai sekarang dalam mencampur bahan makanan di atas tepan.(ndr)
(Tuty Ocktaviany)