RASANYA yang lezat dan pengolahan yang mudah, membuat udang menjadi hidangan laut yang juga banyak diburu warga Tionghoa yang akan merayakan Imlek.
Sajian dari hasil laut identik dengan budaya Tiongkok. Karenanya, aneka kuliner dalam perayaan Imlek tidak lepas dari makanan laut, termasuk udang. Tahun ini, masyarakat lebih menyukai udang sebagai hidangan pelengkap saat perayaan Imlek.
Suja'i, pedagang aneka makanan laut di Pasar Petak 9, Glodok, Jakarta Barat, mengatakan, ketimbang ikan bandeng, banyak warga Tionghoa yang tahun ini lebih banyak membeli udang. "Walaupun setiap hari jualan udang, tapi dekat-dekat ini (Imlek-red) ada peningkatan," kata Suja'i kepada Okezone di Pasar Petak 9, Glodok, Jakarta Barat.
Pria yang sudah berdagang lebih dari 20 tahun ini mengaku, jika biasanya dalam sehari hanya terjual lima kilogram, menjelang perayaan Imlek ia mampu menjual hingga 10 kilogram per hari.
"Yang biasa saya jual sih udang panami. Lumayan sedikit ada peningkatan, meski tadinya berharga Rp60 ribu per kg, menjadi Rp65 ribu. Tapi tetap lumayan pembelinya," imbuhnya.
Kelezatan udang, menjadi alasan mengapa hasil laut itu banyak dibeli menjelang Imlek. Udang juga dapat dikreasikan menjadi makanan apa saja. Baik digoreng, bakar, rebus, bahkan dicampurkan dengan makanan lainnya.(ndr/yac)
(Tuty Ocktaviany)