Pakai Trik Ini, Dijamin Sambal Bakal Enak

Santi Andriani, Jurnalis
Selasa 20 Januari 2015 18:02 WIB
Trik bikin sambal yang enak (Foto:Wikipedia)
Share :

SAMBAL bisa meningkatkan cita rasa sebuah makanan. Untuk mendapatkan sambal yang enak, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Chef Agus Sasirangan mengatakan, sambal saat ini tidak bisa dikatakan hanya sebagai makanan pelengkap. Sambal bisa meningkatkan cita rasa dan selera makan orang, maka sambal juga harus dibuat tidak kalah enak dengan makanan utamanya.

Runner Up MasterChef Indonesia 1 ini memberikan sejumlah trik membuat sambal yang memiliki cita rasa lezat.

Rasa pedas

"Namanya sambal yang harus pedas, kalau tidak pedas ya tidak bisa dikatakan sebagai sambal. Maka yang terpenting adalah cabainya," kata Chef Agus. Yang membuat pedas bukan kulit cabai, melainkan biji cabai. Chef Agus mengatakan, ketika mengulek cabai pastikan bijinya juga ikut diulek dengan baik untuk menghasilkan pedas yang sempurna.

Diulek, jangan diblender

Untuk memudahkan, seringkali orang menggunakan blender untuk membuat sambal. Padahal, cara ini bisa mengurangi kenikmatan dan bahkan rasa pedas dari sambal itu sendiri. Agus menyarankan, jika memiliki waktu banyak dalam memasak dan ingin mendapatkan cita rasa sambal yang lebih enak, maka sebaiknya diulek, bukan diblender.

"Karena kalau diblender itu biasanya ditambah cairan lagi, apakah air, minyak, ini yang membuat rasanya jadi kurang pedas. Tapi kalau diulek kan cairannya berasal dari bahan-bahan sambal, dari cabai, bawang putih, bawang merah, jadi rasa pedasnya tidak berkurang," kata Chef Agus.

Keuntungan lainnya, ketika diulek dengan ulekan dan cobek, maka akan terjadi gesekan yang lebih alami terhadap biji-biji cabai. "Sementara kalau diblender, memang terjadi gesekan, tapi ini kan mesin, jadi tidak alami," ujar pria kelahiran Marabahan, Kalimantan Selatan, ini.

Gunakan ulekan batu dan kayu

Ketika mengulek, Chef Agus menyarankan untuk menyilangkan antara cobek dengan ulekannya. "Ketika cobeknya dari batu, sebaiknya ulekannya dari kayu dan sebaliknya. Karena ketika cobek batu menggunakan ulekan batu, maka gesekan akan menyebabkan ulekan aus dan timbul butiran-butiran batu, ini kan tidak enak di mulut dan tidak baik untuk kesehatan," ujar Agus.

Sementara, jika menggunakan ulekan dan cobek dari kayu, lanjut Agus, juga kurang enak. Karena, tekanan kayu kurang mantap untuk menghancurkan bahan-bahan sambal. "Makanya disilang," ujar Agus.

Cabai dimasak dulu atau mentah?

Agus menjelaskan, apakah cabainya diolah dulu, misalnya seperti digoreng, direbus, dikukus atau mentah, sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi rasa sambal. Proses ini lebih agar sambal tahan lama atau bisa dikonsumsi berhari-hari.

Namun, diakui Agus, cabai mentah yang langsung diulek akan memberikan cita rasa yang lebih segar ketimbang dimasak dulu. Agus mengingatkan, sambal yang berasal dari cabai mentah sebaiknya dikonsumsi saat itu juga, tidak didiamkan lama-lama.

Sementara bahan-bahan lainnya dalam membuat sambal, seperti bawang merah, bawang putih, dan tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. "Karena kalau mentah baunya langu, jadi sebaiknya dimasak dan terasinya bisa dibakar atau dipanggangg," beber Agus.

Penggunaan gula

Meski pedas, sambal tetap perlu menggunakan gula, selain juga garam. Dalam sambal, gula berperan sebagai pengawet dan juga peyeimbang dan meningkatkan rasa. Tapi pemakaiannya harus diperhatikan, agar sambal tidak menjadi manis sehingga tidak layak dikatakan sambal.

"Takarannya yang umum yaitu harus dua kali lipat dari garam. Jika garamnya setengah sendok teh, maka gulanya dua kali lipat," jelas Agus. Agus mengatakan, gula putih akan lebih baik ketimbang gula merah. Karena rasanya yang lebih manis sehingga tidak perlu banyak-banyak dalam memberikan gula.

(Fitri Yulianti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya