BERMAIN bersama hewan kesayangan bisa menjadi pelepas lelah. Tapi, waspadalah dengan penyakit yang ditularkan hewan pada manusia.
Zoonosis adalah penyakit hewan yang ditularkan pada manusia. Sumber penularan penyakit ini melalui tanah, air, hewan invertebrata, bangkai hewan, kotoran, dan tanaman yang membusuk.
Kata
zoonosis berasal dari bahasa Yunani,
zoon (hewan) dan
nosos (penyakit). Hewan vertebrata merupakan sumber utama infeksi
zoonosis.
Meskipun hewan yang terinfeksi merupakan sumber penyakit
zoonosis, penularan antar manusia juga dapat dilakukan.
Berikut
penyakit yang ditularkan hewan pada manusia, sebagaimana dilansir
Health24.
Rabies
Sebuah gigitan dari hewan terinfeksi dapat menyebabkan infeksi dengan virus yang menyebabkan peradangan pada otak.
Hampir semua kasus rabies, virus memasuki tubuh melalui air liur hewan yang terinfeksi. Biasanya dengan menggigit, tetapi juga dapat menular jika air liur yang terinfeksi masuk ke luka terbuka atau percikan dalam selaput lendir seperti mata, hidung, atau mulut. Dari titik air liur itu masuk, virus rabies bergerak sepanjang sel-sel saraf ke otak.
Hanya mamalia sebagai perantara penularan virus rabies, seperti anjing, kelelawar, rubah, dan lainya. Burung, reptil, amfibi, dan ikan tidak dapat menyebarkan virus rabies. Antisipasi terbik saat ini adalah vaksin rabies atau mengaplikasikan vaksin ini segera setelah tak lama terpapar penyakit.
Ebola
Ebola adalah virus demam berdarah yang parah. Ebola dapat menyerang manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi seperti simpanse, gorilla, dan kelelawar.
Giardia
Parasit usus seperti giardia dapat menyerang manusia ketika air minum terkontaminasi dengan kotoran ternak, seperti hewan unggas.
(Tuty Ocktaviany)