
Tak hanya itu, dr. Adam juga membeberkan riset pendukung lain dari Jepang yang melibatkan sekitar 800 partisipan. Temuan ini semakin memperkuat bukti bahwa durasi makan yang cepat berbanding lurus dengan peningkatan risiko berat badan berlebih.
“Penelitian lain dari Jepang yang melibatkan 800-an orang ini menguatkan bukti bahwa makan terburu-buru dapat berpengaruh pada peningkatan risiko berat badan yang berlebih antara lain peningkatan risiko overweight (5 kali), peningkatan risiko obesitas (4 kali), peningkatan lingkar pinggang berlebih (5-6 kali lebih tinggi),” tutur dr. Adam.
Ia pun menyimpulkan bahwa kebiasaan makan terburu-buru sangat berkaitan erat dengan berbagai gangguan metabolik, mulai dari lonjakan kadar lemak darah hingga obesitas.
“Kesimpulan. Makan terburu-buru berasosiasi dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit metabolik, seperti peningkatan kadar lemak darah, tekanan darah, dan obesitas,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.