PERNAHKAH kamu merasa harus makan dengan sangat cepat atau terburu-buru karena urusan mendesak, atau sekadar ingin memanfaatkan waktu istirahat yang terbatas? Jika iya, kebiasaan ini sebaiknya mulai diwaspadai.
Kebiasaan makan terburu-buru rupanya dapat menimbulkan masalah metabolisme tubuh yang buruk. Hal tersebut diungkapkan oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, melalui unggahan di akun Threads miliknya.

Bukan sekadar fakta biasa, penjelasannya didasarkan pada riset ilmiah berjudul “Eating Speed, Eating Frequency, and Their Relationships with Diet Quality, Adiposity, and Metabolic Syndrome, or Its Components”. Studi tersebut merupakan ulasan (review) yang merangkum 52 penelitian lain untuk melihat dampak kebiasaan makan terhadap kondisi metabolik seseorang.
“Penelitian dari Tiongkok pada 2018 ini menunjukkan bahwa terbiasa makan terburu-buru (tidak disebutkan kecepatannya) dapat meningkatkan terjadinya berbagai kondisi metabolik yang berbahaya antara lain peningkatan lemak (kolesterol dan trigliserida) darah, peningkatan risiko darah tinggi, peningkatan risiko sindrom metabolik,” kata dr. Adam.
Dokter Adam menambahkan, riset ilmiah tersebut turut mendefinisikan batas durasi makan yang tergolong terburu-buru.
“Penelitian ini mendefinisikan bahwa makan terburu-buru adalah durasi makan yang lebih cepat dari 30 menit. Makan dengan durasi >30 menit ternyata menunjukkan penurunan risiko terjadinya berat badan yang berlebih (overweight dan obesitas),” jelas dia.

Tak hanya itu, dr. Adam juga membeberkan riset pendukung lain dari Jepang yang melibatkan sekitar 800 partisipan. Temuan ini semakin memperkuat bukti bahwa durasi makan yang cepat berbanding lurus dengan peningkatan risiko berat badan berlebih.
“Penelitian lain dari Jepang yang melibatkan 800-an orang ini menguatkan bukti bahwa makan terburu-buru dapat berpengaruh pada peningkatan risiko berat badan yang berlebih antara lain peningkatan risiko overweight (5 kali), peningkatan risiko obesitas (4 kali), peningkatan lingkar pinggang berlebih (5-6 kali lebih tinggi),” tutur dr. Adam.
Ia pun menyimpulkan bahwa kebiasaan makan terburu-buru sangat berkaitan erat dengan berbagai gangguan metabolik, mulai dari lonjakan kadar lemak darah hingga obesitas.
“Kesimpulan. Makan terburu-buru berasosiasi dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit metabolik, seperti peningkatan kadar lemak darah, tekanan darah, dan obesitas,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.