Advertisement
Advertisement

Riset: Makan Terburu-buru Ternyata Tingkatkan Risiko Obesitas

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 07 November 2026 |07:05 WIB
Riset: Makan Terburu-buru Ternyata Tingkatkan Risiko Obesitas
Makan cepat. (Foto: Freepik)
A
A
A

PERNAHKAH kamu merasa harus makan dengan sangat cepat atau terburu-buru karena urusan mendesak, atau sekadar ingin memanfaatkan waktu istirahat yang terbatas? Jika iya, kebiasaan ini sebaiknya mulai diwaspadai.

Kebiasaan makan terburu-buru rupanya dapat menimbulkan masalah metabolisme tubuh yang buruk. Hal tersebut diungkapkan oleh dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, melalui unggahan di akun Threads miliknya.

Mitos atau Fakta: Makan Es Krim Bikin Radang Tenggorokan Anak Makin Parah?

1. Penelitian

Bukan sekadar fakta biasa, penjelasannya didasarkan pada riset ilmiah berjudul “Eating Speed, Eating Frequency, and Their Relationships with Diet Quality, Adiposity, and Metabolic Syndrome, or Its Components”. Studi tersebut merupakan ulasan (review) yang merangkum 52 penelitian lain untuk melihat dampak kebiasaan makan terhadap kondisi metabolik seseorang.

“Penelitian dari Tiongkok pada 2018 ini menunjukkan bahwa terbiasa makan terburu-buru (tidak disebutkan kecepatannya) dapat meningkatkan terjadinya berbagai kondisi metabolik yang berbahaya antara lain peningkatan lemak (kolesterol dan trigliserida) darah, peningkatan risiko darah tinggi, peningkatan risiko sindrom metabolik,” kata dr. Adam.

Dokter Adam menambahkan, riset ilmiah tersebut turut mendefinisikan batas durasi makan yang tergolong terburu-buru.

“Penelitian ini mendefinisikan bahwa makan terburu-buru adalah durasi makan yang lebih cepat dari 30 menit. Makan dengan durasi >30 menit ternyata menunjukkan penurunan risiko terjadinya berat badan yang berlebih (overweight dan obesitas),” jelas dia.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement