Advertisement
Advertisement

Mengintip Pesona Taman Nasional Tanjung Puting sebelum Kebakaran Hutan dan Lahan

Agustina Wulandari , Jurnalis-Minggu, 01 November 2026 |11:12 WIB
Mengintip Pesona Taman Nasional Tanjung Puting sebelum Kebakaran Hutan dan Lahan
Populasi satwa Taman Nasional Tanjung Puting. (Foto: dok Kemenhub)
A
A
A

Pengalaman ikonik menyusuri Sungai Sekonyer dengan perahu kayu tradisional  bertingkat yang berfungsi sebagai penginapan (rumah terapung) selama 2-4 hari.

3. Keanekaragaman Hayati

Selain orangutan, kawasan hutan hujan tropis seluas 415.000 hektare ini menjadi rumah bagi bekantan (monyet berhidung panjang), owa, lutung, tarsius, buaya, kucing liar, hingga ratusan spesies burung. 

4. Wisata Edukasi dan Alam 

Wisatawan bisa menjelajahi jalur setapak di hutan tropis, melihat ekosistem hutan gambut serta hutan kerangas, dan memahami sejarah penelitian primata yang dipelopori Dr. Biruté Galdikas di Camp Leakey. Tak hanya itu, saat malam tiba, di atas kapal klotok kamu bisa menikmati pengalaman unik dengan mendengarkan suara alam dari hutan, melihat kerlipan kunang-kunang, serta mengamati satwa nokturnal. 

Itulah pesona Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah yang mencuri perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Kini, kondisi satwa liar, termasuk populasi orangutan dan bekantan, terus dipantau oleh petugas demi memastikan keselamatan dan keamanan satwa akibat dampak karhutla. 

Empat pintu wisata di taman nasional tersebut telah ditutup sementara sejak akhir Oktober 2026 akibat perluasan kebakaran dan kabut asap tebal. Aktivitas susur sungai dengan klotok dan kunjungan ke kamp rehabilitasi orangutan belum beroperasi normal demi keamanan wisatawan dan kelestarian satwa.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement