Advertisement
Advertisement

Mengintip Pesona Taman Nasional Tanjung Puting sebelum Kebakaran Hutan dan Lahan

Agustina Wulandari , Jurnalis-Minggu, 01 November 2026 |11:12 WIB
Mengintip Pesona Taman Nasional Tanjung Puting sebelum Kebakaran Hutan dan Lahan
Populasi satwa Taman Nasional Tanjung Puting. (Foto: dok Kemenhub)
A
A
A

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Taman Nasional Tanjung Puting telah melahap 513,89 hektare per 13 Oktober 2026. Kini, kondisinya telah membaik usai diguyur hujan pada akhir Oktober di beberapa lokasi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting antara lain Resor Pesalat, Resor Teluk Pulai, Resor Sungai Cabang, Resor Baung dan Resor Sungai Perlu.  

Dikutip dari akun Instagram resmi Taman Nasional Tanjung Puting, @btn_tanjungputing, selain melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), upaya pengendalian juga terus dilakukan melalui water bombing. Hingga kini, Satgas Darat tetap berupaya melakukan pemadaman, pendinginan, pembasahan area terbakar, serta patroli pencegahan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. 

Sebelum Taman Nasional Tanjung Puting dilalap api, kawasan ini punya pesona wisata yang istimewa. Menurut Situs Kementerian Perhubungan, pariwisata Taman Nasional Tanjung Puting yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah merupakan destinasi ekowisata yang terkenal sebagai pusat konservasi dan rehabilitasi orangutan terbesar di dunia. 

Wisatawan bisa menjelajahi hutan tropis dengan perahu tradisional yang disebut klotok di Sungai Sekonyer, mengamati orangutan liar dan satwa lain di habitat aslinya, serta menginap di atas kapal. 

Pesona Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting

1. Pusat Konservasi Orangutan

Tempat terbaik melihat orangutan Kalimantan secara langsung, khususnya di kamp-kamp rehabilitasi seperti Camp Leakey, Pondok Tanggui, dan Tanjung Harapan. Pengunjung bisa melihat langsung proses feeding site (pemberian makan) di beberapa kamp tersebut.

2. Susur Sungai dengan Klotok

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement