
Kabar baiknya, mekanisme pengulangan ini bekerja dua arah. Pola yang sama bisa dimanfaatkan untuk membangun kesehatan mental yang lebih baik melalui bentuk afirmasi positif.
“Nah untungnya, mekanisme pengulangan ini bisa dipakai untuk hal yang baik bagi diri kita. Misalnya percaya bahwa kita mampu dan pintar,” tambah dia.
Meski demikian, dr. Adam mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam afirmasi positif yang berlebihan atau tidak realistis. Pilihan kata saat melakukan afirmasi harus tetap masuk akal agar tidak berbalik memicu gangguan psikologis baru.
“Tapi ingat, afirmasinya tidak bisa yang ‘terlalu jauh’ atau malah tidak masuk akal, karena ujungnya bisa terjadi stress karena disonansi kognitif,” pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.