Advertisement
Advertisement

Berapa Banyak Teh Hijau yang Boleh Diminum dalam Sehari?

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 29 Oktober 2026 |08:05 WIB
Berapa Banyak Teh Hijau yang Boleh Diminum dalam Sehari?
Teh. (Foto: Freepik)
A
A
A

TEH hijau dikenal sebagai salah satu minuman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Minuman yang berasal dari tanaman Camellia sinensis ini mengandung antioksidan, terutama katekin, yang berpotensi membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Selain itu, teh hijau kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat, mulai dari mendukung kesehatan jantung, membantu menjaga kadar gula darah, hingga menunjang pengelolaan berat badan.

Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi teh hijau tetap perlu diperhatikan. Minum terlalu banyak dapat menimbulkan efek samping, terutama akibat kandungan kafein di dalamnya. Lantas, berapa banyak teh hijau yang sebaiknya diminum dalam sehari agar manfaatnya bisa diperoleh secara optimal?

Ilustrasi menyajikan teh tanpa gula. (Foto: dok Magnific/pressfoto)

1. Berapa Cangkir Teh Hijau yang Ideal dalam Sehari?

Dilansir dari Health Line, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi sekitar 3-5 cangkir teh hijau per hari berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Namun, jumlah tersebut bukanlah patokan mutlak karena kebutuhan setiap orang dapat berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan, sensitivitas terhadap kafein, dan pola makan sehari-hari.

Satu cangkir teh hijau berukuran sekitar 240 mililiter umumnya mengandung 22–40 miligram kafein, meskipun jumlahnya bisa bervariasi sesuai jenis teh, banyaknya daun yang digunakan, dan lama penyeduhan.

Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi dalam jumlah lebih sedikit mungkin lebih sesuai. Kamu juga tidak harus langsung minum beberapa cangkir sehari untuk mendapatkan manfaat teh hijau.

Hal terpenting adalah mengonsumsinya dalam jumlah wajar dan menjadikannya bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai pengganti makanan bergizi atau pengobatan medis.

2. Manfaat Minum Teh Hijau bagi Kesehatan

Teh hijau mengandung katekin, termasuk epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa ini menjadi salah satu alasan teh hijau banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan.

Berikut beberapa potensi manfaatnya. Pertama, membantu menjaga kesehatan jantung Konsumsi teh hijau dikaitkan dalam sejumlah penelitian observasional dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Namun, hubungan tersebut belum membuktikan bahwa teh hijau secara langsung mencegah penyakit jantung.

Untuk menjaga kesehatan jantung, konsumsi teh hijau sebaiknya tetap diimbangi dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan kebiasaan hidup sehat lainnya.

Kedua, mendukung pengelolaan berat badan. Kandungan kafein dan katekin dalam teh hijau berpotensi meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak dalam jumlah terbatas.

Meski demikian, teh hijau bukan minuman pembakar lemak yang dapat menurunkan berat badan secara instan. Pengelolaan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan asupan kalori, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan konsistensi menjalani kebiasaan sehat.

Jika sedang diet, pilih teh hijau tanpa tambahan gula atau sirup agar asupan kalori tidak bertambah secara berlebihan.

Ketiga, membantu menjaga kadar gula darah Beberapa penelitian menemukan hubungan antara konsumsi teh hijau dan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Akan tetapi, hasil penelitian masih beragam sehingga manfaatnya tidak bisa dipastikan berlaku sama bagi setiap orang.

Teh hijau juga tidak dapat menggantikan obat atau terapi yang direkomendasikan dokter untuk mengendalikan kadar gula darah.

Keempat, mendukung kesehatan sel tubuh. Katekin dalam teh hijau memiliki sifat antioksidan yang membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas.

Sejumlah penelitian juga mengeksplorasi hubungan teh hijau dengan risiko berbagai jenis kanker. Namun, bukti yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa minum teh hijau dapat mencegah atau mengobati kanker.

 

3. Efek Samping Minum Teh Hijau Terlalu Banyak

Walaupun relatif aman bagi kebanyakan orang dewasa sehat, konsumsi teh hijau secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping.

Mengganggu kualitas tidur

Kafein dalam teh hijau dapat membuat seseorang lebih waspada. Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein dapat menyebabkan sulit tidur dan menurunkan kualitas istirahat. Jika kamu sensitif terhadap kafein, cobalah membatasi konsumsi pada pagi atau siang hari.

Memicu kecemasan dan jantung berdebar

Asupan kafein yang berlebihan dapat menyebabkan gelisah, kecemasan, sakit kepala, gangguan pencernaan, hingga jantung berdebar pada sebagian orang. Jika mengalami gejala tersebut setelah minum teh hijau, kurangi jumlah konsumsinya dan perhatikan sumber kafein lain, seperti kopi, minuman energi, dan cokelat.

Mengurangi penyerapan zat besi

Katekin dalam teh hijau dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme, yaitu zat besi yang terutama ditemukan dalam makanan nabati.

Orang yang berisiko mengalami kekurangan zat besi, termasuk mereka yang memiliki anemia defisiensi besi, perlu lebih berhati-hati. Sebaiknya beri jarak sekitar satu hingga dua jam antara waktu makan dan konsumsi teh hijau untuk membantu mengurangi pengaruhnya terhadap penyerapan zat besi.

Perlu perhatian khusus saat hamil

Ibu hamil perlu memperhatikan total asupan kafein dari seluruh sumber makanan dan minuman. Batas yang umum direkomendasikan selama kehamilan adalah tidak lebih dari 200 miligram kafein per hari, kecuali dokter memberikan anjuran berbeda.

Karena kandungan kafein teh hijau bervariasi, jumlah cangkir yang aman perlu disesuaikan dengan konsumsi kafein lainnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement