Nyamuk juga menjadi perantara penyakit yang patut diwaspadai para orang tua. Spesies Anopheles yang membawa parasit malaria falciparum dan nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD) dapat memicu komplikasi ginjal fatal apabila kondisi anak memburuk hingga mengalami dengue shock syndrome.
“Nyamuk Anopheles adalah pembawa parasit malaria dapat menyebabkan malaria berat hingga memicu gangguan ginjal akut berat terutama malaria falciparum. Selain malaria, nyamuk Aedes yang membawa virus dengue yang penyakit demam berdarah juga dapat memicu gangguan ginjal akut pada kondisi berat (dengue shock syndrome),” tutur dr. Reza.
Ancaman lainnya datang dari gigitan kalajengking dan spesies laba-laba tertentu yang membawa toksin khusus. Meski kasus serangan kalajengking dan laba-laba cenderung lebih jarang ditemukan dibandingkan gigitan ular atau sengatan lebah, dampak racunnya terhadap kesehatan ginjal anak tetap tidak boleh diabaikan.
Tidak hanya dari racun gigitan atau sengatan, paparan bakteri dari hewan pengerat seperti tikus juga sangat berbahaya. Tikus menjadi perantara utama penyebaran bakteri Leptospira melalui genangan air yang terkontaminasi air seni hewan tersebut.
“Tikus merupakan hewan perantara pembawa bakteri Leptospira melalui air seninya pada genangan air yang dapat menyebabkan penyakit leptospirosis pada anak. Pada kondisi berat, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan ginjal akut pada anak,” pungkasnya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.