Advertisement
Advertisement

Banyak Keringat saat Olahraga, Benarkah Lebih Banyak Membakar Lemak?

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 26 Oktober 2026 |17:05 WIB
Banyak Keringat saat Olahraga, Benarkah Lebih Banyak Membakar Lemak?
Ilustrasi banyak keringat saat olahraga. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA — Tubuh berkeringat deras setelah berolahraga sering dianggap sebagai tanda bahwa pembakaran lemak berlangsung lebih maksimal. Tak sedikit orang yang merasa puas ketika pakaian basah oleh keringat setelah berlari, bersepeda, atau melakukan latihan di pusat kebugaran.

Namun, apakah semakin banyak keringat yang keluar berarti semakin banyak lemak yang terbakar?

Faktanya, banyak berkeringat tidak selalu berarti tubuh membakar lebih banyak lemak. Keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur suhu, terutama ketika tubuh menghasilkan panas saat melakukan aktivitas fisik.

Dilansir dari Verywell Health, penurunan berat badan setelah berkeringat lebih banyak umumnya terjadi karena tubuh kehilangan cairan, bukan karena lemak tubuh berkurang secara langsung.

Mengapa Tubuh Mengeluarkan Keringat saat Olahraga?

Ketika berolahraga, otot bekerja lebih aktif dan menghasilkan panas. Untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil, sistem saraf akan merangsang kelenjar keringat agar mengeluarkan cairan ke permukaan kulit.

Saat keringat menguap, panas dari tubuh ikut dilepaskan sehingga suhu tubuh dapat tetap terjaga. Jumlah keringat yang keluar bisa berbeda-beda pada setiap orang. Intensitas dan durasi olahraga, suhu lingkungan, jenis pakaian, ukuran tubuh, tingkat kebugaran, hingga kondisi hidrasi dapat memengaruhi produksi keringat.

Berat Badan Turun setelah Berkeringat Belum Tentu Lemak Berkurang

Keringat mengandung air dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan. Ketika cairan tersebut keluar dalam jumlah besar tanpa segera diganti, berat badan dapat turun untuk sementara.

Namun, penurunan tersebut bukan berarti lemak tubuh ikut berkurang dalam jumlah yang sama. Sebagai contoh, seseorang mungkin melihat angka timbangan turun setelah berolahraga intens atau melakukan aktivitas di lingkungan yang panas. Setelah minum dan mengembalikan cairan tubuh, berat badan bisa kembali meningkat.

Hal ini terjadi karena cairan yang hilang telah tergantikan.

Sebaliknya, pembakaran lemak merupakan proses yang berlangsung dalam jangka panjang dan berkaitan dengan keseimbangan energi tubuh. Tubuh menggunakan energi untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk aktivitas fisik, sementara cadangan lemak dapat digunakan ketika tubuh membutuhkan energi.

Karena itu, banyaknya keringat bukan ukuran yang tepat untuk menilai keberhasilan program penurunan lemak.

Berkeringat merupakan respons alami tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil, bukan indikator langsung jumlah lemak yang terbakar.

Jika ingin menurunkan lemak tubuh, fokuslah pada olahraga rutin, pola makan seimbang, latihan kekuatan, dan pemenuhan kebutuhan cairan. Perubahan komposisi tubuh membutuhkan konsistensi, bukan sekadar banyaknya keringat yang keluar selama berolahraga.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement