Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Karhutla, ARSSI Akui Ada Lonjakan Pasien Rawat Jalan Gangguan ISPA

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Sabtu, 24 Oktober 2026 |12:05 WIB
Dampak Karhutla, ARSSI Akui Ada Lonjakan Pasien Rawat Jalan Gangguan ISPA
Peningkatan kasus ISPA di rumah sakit terdampak karhutla. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) mengakui adanya lonjakan pasien rawat jalan gangguan infeksi saluran pernapasan (ISPA) di fasilitas layanan kesehatan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketua Umum ARSSI, Iing Ichsan Hanafi menyampaikan, rumah sakit di bawah ARSSI selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan organisasi profesi di wilayah terdampak karhutla. Ia pun berkata, faskes telah melakukan tindakan preventif bagi para nakes di wilayah terdampak karhutla.

"Ada beberapa rumah sakit juga memberikan multivitamin ke para tenaga kesehatan, sehingga mereka juga mampu melindunginya, sehingga mereka juga mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat," tutur Iing saat ditemui di PB IDI, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026).

Induk Piton dan Beberapa Anaknya Mati Terpanggang dalam Karhutla Riau (Foto: Istimewa)

1. Peningkatan Pasien

Iing pun mengakui, ada peningkatan kunjungan pasien rawat jalan pengidap ISPA di wilayah terdampak karhutla. Namun, ia memastikan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.

"Untuk tingkat kunjungan memang kita akui, kunjungan rawat jalan cukup banyak terkait dengan kasus-kasus ISPA. Selama ini sih bisa diatasi seperti biasa. Jadi tidak terlalu signifikan untuk lonjakan-lonjakan," terang Iing.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, memastikan layanan kesehatan di wilayah terdampak karhutla tidaklah terdampak. Hal itu dilandasi karena para nakes telah melakukan upaya preventif dari paparan asap karhutla.

"Karena kami kan bekerja, tenaga medis menggunakan masker N95. Kita melakukan tugas setiap hari melayani masyarakat dan di IDI cabang, IDI wilayah, kami IDI aktif membagi masker untuk masyarakat," ucap Slamet.

"Obatnya cuma satu: masker, gitu aja. Jadi kalau masyarakat ada gangguan pernapasan, ya harus secepatnya ke dokter," tambahnya.

 

2. Belum Ada Laporan Dokter Terdampak Karhutla

Greenpeace: Denda Karhutla Rp18,9 Triliun, Baru Rp78 Miliar Masuk Kas Negara!

Lebih lanjut, Slamet membicarakan soal kondisi dokter yang menangani pasien karhutla. Dia menegaskan bahwa belum ada laporan dokter terdampak karhutla.

"Sampai hari ini belum ada laporan yang signifikan ya dan para tenaga kesehatan utamanya dokter masih aktif melayani pasien dengan menggunakan masker," pungkasnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement