BANYAK anggapan berkembang terkait perawatan bayi di masyarakat. Salah satunya yang sering terdengar adalah memberikan kopi kepada bayi dapat mencegah kejang.
Namun, apakah anggapan tersebut benar adanya? Ataukah tidak ada dukungan bukti ilmiah dan justru berpotensi membahayakan kesehatan bayi?
Dokter spesialis anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone menjelaskan bahwa pemberian kopi kepada bayi untuk mencegah kejang merupakan mitos yang perlu diluruskan. dr. Atika mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan kopi maupun bahan lain kepada bayi, terutama yang berusia di bawah enam bulan.
Mitos mengenai pemberian kopi kepada bayi kerap diwariskan secara turun-temurun. Sebagian orang meyakini bahwa memberikan sedikit kopi dapat membantu mencegah bayi mengalami kejang.
Namun, menurut dr. Atika, anggapan tersebut tidak benar. Pemberian kopi tidak terbukti dapat mencegah kejang pada bayi.
Sebaliknya, kopi mengandung kafein yang dapat memengaruhi sistem saraf dan kerja jantung. Pada bayi dan anak kecil, paparan kafein yang tidak tepat dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Karena itu, orangtua sebaiknya tidak menjadikan kopi sebagai upaya pencegahan kejang ataupun sebagai pengobatan ketika bayi mengalami kondisi tersebut.
“Tidak benar (kopi bisa cegah kejang pada bayi). Memang masih banyak mitos yang beredar di masyarakat, salah satunya anggapan bahwa pemberian kopi dapat mencegah kejang pada bayi,” ujar dr. Atika.
“Ada juga berbagai bahan lain yang dipercaya memiliki manfaat serupa. Padahal, anggapan tersebut hanyalah mitos,” lanjutnya.
Kafein merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf. Pada orang dewasa, kafein dapat menimbulkan efek seperti jantung berdebar dan kesulitan tidur. Efek serupa juga dapat terjadi pada anak, dengan risiko yang perlu diperhatikan karena tubuh mereka masih berkembang.
dr. Atika menyebutkan bahwa konsumsi kopi dapat mengganggu denyut jantung dan menyebabkan takikardia, yaitu kondisi ketika jantung berdetak lebih cepat dari normal. Kafein juga dapat mengganggu pola tidur.
Risiko tersebut menjadi perhatian khusus pada bayi, terutama bayi berusia di bawah enam bulan, yang masih berada dalam tahap awal perkembangan. Selain itu, kadar kafein dalam kopi dapat bervariasi, sehingga pemberian kopi kepada bayi tanpa pengawasan medis berisiko menimbulkan paparan yang tidak terukur.
“Justru, pemberian kopi kepada anak-anak, terutama yang berusia di bawah dua tahun, perlu dihindari karena berisiko bagi kesehatan. Kopi mengandung kafein yang dapat memengaruhi denyut jantung, menyebabkan takikardia atau kondisi ketika jantung berdetak lebih cepat dari normal, serta mengganggu pola tidur,” ucap dr. Atika.
“Risikonya perlu lebih diperhatikan apabila kopi diberikan kepada bayi yang masih sangat kecil, terutama yang berusia di bawah enam bulan,” lanjutnya.

dr. Atika juga mengingatkan orangtua dan anggota keluarga, termasuk kakek dan nenek, agar tidak memberikan bahan lain yang tidak diperlukan kepada bayi. Bayi berusia di bawah enam bulan pada umumnya dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif.
Apabila ASI tidak tersedia atau terdapat indikasi medis tertentu, susu formula yang sesuai dapat diberikan berdasarkan kebutuhan bayi dan anjuran tenaga kesehatan. Pada usia tersebut, kopi, teh, dan minuman lain bukanlah pengganti ASI atau susu formula.
Pemberian makanan maupun minuman tambahan sebaiknya mengikuti rekomendasi kesehatan sesuai usia dan kondisi bayi. Edukasi ini penting agar kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun tidak justru menimbulkan risiko bagi kesehatan anak.
“Karena itu, saya mengimbau para orang tua, kakek, dan nenek agar tidak memberikan kopi atau bahan lain yang tidak diperlukan kepada bayi,” tegas dr. Atika.
“Khususnya bagi bayi berusia di bawah enam bulan, pemberian nutrisi pada umumnya cukup melalui ASI atau susu formula apabila diperlukan, sesuai dengan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan,” tutupnya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.