VIRAL di media sosial jasa polisi anak. Cara unik ini tampaknya diminati banyak orangtua karena bisa bikin anak lebih nurut.
Jasa polisi anak ini ditawarkan akun Tiktok @polisianak84. Dia merupakan seorang kreator yang tawarkan jasa unik bagi orangtua yang ingin menegur anak agar jera atau menasihati anak yang sulit diatur.

Melalui siaran langsung atau panggilan video, kreator berperan sebagai polisi yang menegur anak agar lebih patuh terhadap perkataan orangtua. Layanan ini dimanfaatkan untuk menghadapi berbagai kebiasaan anak yang kerap membuat orangtua kewalahan. Mulai dari susah makan, terlalu lama bermain ponsel, hingga sulit mengikuti aturan di rumah.
Alih-alih terus menegur anak secara langsung, orangtua dapat meminta bantuan kreator yang menyediakan jasa tersebut. Cara ini pun menarik perhatian warganet karena menggabungkan hiburan, siaran langsung, dan pendekatan pengasuhan anak.
Cara menggunakan jasa Polisi Anak terbilang sederhana. Orangtua menghubungi akun penyedia layanan, kemudian menjelaskan perilaku anak yang ingin diperbaiki.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, kreator akan berperan sebagai polisi dan menyampaikan teguran kepada anak melalui siaran langsung TikTok atau panggilan video.
Dalam beberapa praktiknya, kreator menggunakan gaya bicara tegas dan berpura-pura akan menangkap anak jika tetap tidak mematuhi aturan. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menarik perhatian anak agar mau mendengarkan nasihat yang disampaikan.
Misalnya, ketika anak terlalu lama bermain ponsel, kreator akan mengingatkannya agar berhenti bermain dan mengikuti aturan yang ditetapkan orangtua. Begitu pula ketika anak sulit makan atau menolak melakukan sesuatu yang menjadi tanggung jawabnya.
Meski terkesan unik, metode ini mengandalkan reaksi anak terhadap sosok yang dianggap memiliki kewibawaan. Respons setiap anak tentu dapat berbeda, tergantung usia, karakter, dan cara teguran disampaikan.
Tren ini juga pernah digunakan oleh sejumlah figur publik, termasuk Nathalie Holscher. Keterlibatan figur publik turut menarik perhatian masyarakat terhadap layanan yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana media sosial menghadirkan berbagai cara baru yang dicoba orangtua untuk menghadapi tantangan dalam pengasuhan. Namun, popularitas sebuah metode tidak serta-merta membuktikan bahwa cara tersebut efektif untuk membentuk perilaku anak dalam jangka panjang.
Teguran dari sosok yang tidak biasa ditemui anak mungkin dapat menarik perhatian dan membuat anak segera merespons. Namun, kepatuhan yang muncul karena rasa takut belum tentu membuat anak memahami alasan di balik aturan yang diberikan.
Anak bisa saja langsung berhenti bermain ponsel karena takut ditangkap oleh sosok yang berperan sebagai polisi. Akan tetapi, tanpa pemahaman yang baik, perilaku tersebut belum tentu bertahan ketika tidak ada orang yang mengawasi.
Dalam pengasuhan, kedisiplinan sebaiknya dibangun melalui aturan yang jelas, komunikasi sesuai usia, keteladanan, dan konsekuensi yang konsisten.
Orangtua juga perlu menjelaskan mengapa suatu aturan harus dipatuhi, bukan hanya menuntut anak untuk menurut. Dengan begitu, anak memiliki kesempatan untuk belajar bertanggung jawab dan mengembangkan pengendalian diri secara bertahap.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.