JAKARTA - Polusi udara bukan hanya mengganggu kenyamanan saat beraktivitas di luar ruangan, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan, terutama ketika berolahraga. Salah satu aktivitas yang perlu diperhatikan adalah lari di luar ruangan saat kualitas udara sedang buruk.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi mengingatkan bahwa berlari di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan. Pasalnya, saat berlari, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen sehingga frekuensi dan intensitas pernapasan ikut meningkat.
Menurutnya, sistem pernapasan memang memiliki mekanisme penyaringan alami untuk membantu menahan partikel berbahaya. Namun, paparan polutan dalam jumlah tinggi atau dalam waktu lama tetap dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.
Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), termasuk gangguan pada saluran pernapasan bagian atas. Paparan polusi juga dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti sakit atau radang tenggorokan.
“High risk untuk ispa atau infeksi saluran pernafasan bagian atas. Karena polusi itu mempengaruhi sistematika pernafasan kita. Walaupun sebenarnya pernafasan kita itu punya penyaringnya. Tapi kalau terlalu lama menghirup, akan menyebabkan beberapa penyakit, salah satunya radang pada Tenggorokan. Makanya dalam kondisi polusi gini, biasanya radang Tenggorokan tuh akan naik. Biasanya,” kata dr. Tirta dalam video di akun Instagram pribadinya, @dr.tirta, dikutip Selasa (20/10/2026).
Karena itu, pelari sebaiknya tak hanya memperhatikan jarak dan durasi latihan, tetapi juga kondisi lingkungan serta kualitas udara sebelum mulai berlari.
Selain berdampak pada saluran pernapasan, berlari di lingkungan berpolusi juga dapat membuat detak jantung atau heart rate lebih tinggi. Akibatnya, tubuh bisa bekerja lebih keras untuk menjalankan aktivitas yang sama. Kondisi ini dapat membuat latihan terasa lebih berat, terutama bagi pelari yang sedang menjalani program dengan jarak tempuh panjang.
“Impact selain itu, kalau kita lari di lingkungan berpolusi adalah heart rate-nya akan sedikit lebih tinggi. Karena kita menghirup polutan-polutan yang masuk ke paru dan akhirnya, padahal kita lagi butuh oksigen untuk latihan,” ujar dr. Tirta.
Dokter Tirta menyarankan agar pelari mempertimbangkan waktu latihan ketika lalu lintas kendaraan belum ramai. Meski begitu, waktu yang lebih pagi tidak selalu menjamin kualitas udara lebih baik karena tingkat polusi juga dipengaruhi kondisi cuaca, lokasi, dan sumber pencemar lainnya.
Oleh sebab itu, memeriksa indeks kualitas udara sebelum berolahraga menjadi langkah penting. Jika kualitas udara sedang buruk, pelari dapat mempertimbangkan untuk berlatih di dalam ruangan, misalnya menggunakan treadmill di gym.
Pilihan ini dapat membantu pelari tetap menjalankan latihan tanpa harus terpapar polusi luar ruangan secara langsung.
Bagi pelari yang sedang mempersiapkan maraton, menghindari latihan luar ruangan sepenuhnya mungkin sulit dilakukan. Program latihan biasanya mencakup lari jarak jauh untuk membangun daya tahan tubuh dan membiasakan diri dengan kondisi perlombaan.
Namun, bukan berarti pelari harus mengabaikan kualitas udara. Penyesuaian jadwal, pemilihan rute yang jauh dari jalan raya padat, serta pengalihan latihan ke treadmill ketika polusi tinggi dapat menjadi alternatif.
“Berarti harus indoor. Makanya ini malah yang enak nge-gym. Nge-gym, treadmill, lari di treadmill. Wah kalau program maraton gimana? Ya kamu harus terima kalau ketika kamu lari di tempat polusi, terutama yang program maraton ini menuju JRF atau Boromar atau mungkin maraton di luar negeri, tentu kan kamu nggak bisa menghindar nih lari di luar,” kata dr. Tirta.
Ia menegaskan, ia tidak melarang siapapun untuk berlari di luar. Namun, jika kamu tetap memilih berlari di luar dengan polusi udara yang buruk, maka kamu sudah tahu risikonya dan tetap harus jaga kesehatan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.