Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Diduga Akibat Bullying, Angkie Yudistia Buka Suara

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |18:05 WIB
Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Diduga Akibat <i>Bullying</i>, Angkie Yudistia Buka Suara
Angkie Yudistia. (Foto: dok Ist)
A
A
A

“Sebagai seorang perempuan penyandang disabilitas sekaligus ibu, saya tidak ingin ada orang tua lain yang harus kehilangan anaknya karena lingkungan gagal memberikan rasa aman,” ucapnya.

Ia berpesan, jangan tunggu seorang anak meninggal untuk percaya bahwa perundungan itu berbahaya. Jangan tunggu tragedi menjadi viral baru perlindungan bergerak.

“Saya berharap kasus ini menjadi momentum evaluasi nasional terhadap perlindungan anak penyandang disabilitas, bukan sekadar pemberitaan yang ramai hari ini lalu dilupakan esok hari. Karena ukuran keberhasilan sebuah bangsa bukan hanya seberapa besar pembangunan yang dicapainya, tetapi seberapa sungguh-sungguh bangsa itu melindungi mereka yang paling rentan,” ujarnya.

“Anak-anak penyandang disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan kita. Mereka membutuhkan keadilan, keamanan, dan keberpihakan nyata. Dan jika seorang anak harus kehilangan nyawanya sebelum kita mau mendengarkan, maka yang harus dipertanyakan bukan hanya perilaku pelakunya, tetapi juga sistem perlindungan yang seharusnya hadir jauh sebelum tragedi terjadi,” tutur Angkie.

Ia menegaskan, jangan biarkan disabilitas menjadi alasan seseorang direndahkan. Dan jangan biarkan diamnya kita menjadi ruang bagi kekerasan berikutnya.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement