Ia menjelaskan, model ini menghubungkan puskesmas, dinas kesehatan, organisasi profesi, kader kesehatan, dan mitra pembangunan agar masyarakat lebih mudah mengakses pemeriksaan dan layanan kesehatan mata.
Hal tersebut dilakukan lantaran selama ini sebagian besar pelayanan kesehatan mata dinilai banyak dilakukan di rumah sakit sehingga masyarakat perlu menempuh perjalanan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
Melalui vision center ini, layanan pemeriksaan mata, dukungan tenaga profesional, dan penyediaan kacamata diharapkan dapat dikembangkan hingga tingkat puskesmas.
Terkait penanganan ketimpangan alokasi layanan katarak antar daerah, Kemenkes telah berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI).
Melalui penguatan skrining, perluasan akses pelayanan, dan edukasi kesehatan mata, Kemenkes mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala agar gangguan penglihatan dapat dideteksi sedini mungkin.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.