JAKARTA - Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa sekitar 1,6 juta orang terindikasi mengalami gangguan penglihatan. Hal itu terungkap berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari 34 juta orang yang telah melakukan pemeriksaan mata.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pemeriksaan mata perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini. Ia mengungkapkan, secara global diperkirakan 1,1 miliar orang mengalami gangguan penglihatan yang tidak tertangani. Meski demikian, 90 persen kasusnya dapat dicegah atau diobati.
Maka dari itu, ia mengajak masyarakat agar memperhatikan kesehatan mata sebagai indra penglihatan. Menurutnya, pemeriksaan secara rutin bisa menjadi satu langkah dalam menjaga kesehatan penglihatan dan jangan menunggu mata mengalami gangguan untuk memeriksakan diri.
“Jangan tunggu sampai mata kita terasa berat, kabur, atau menyakitkan. Jagalah organ pertama yang bekerja untuk kita setiap hari,” kata Dante dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (18/20/2026).
Kementerian Kesehatan terus memperkuat penanganan dan pencegahan gangguan penglihatan melalui empat langkah strategi. Pertama melalui skrining kesehatan mata dalam program CKG, kedua memperluas akses operasi katarak, ketiga ketersediaan dokter spesialis mata yang merata serta keempat meningkatkan edukasi kesehatan mata di tingkat sekolah maupun lingkungan pekerjaan.
Menurut Dante, masyarakat perlu membiasakan perilaku sederhana untuk menjaga kesehatan mata, terutama saat menggunakan perangkat digital. Salah satunya adalah menerapkan aturan 20-20-20, yaitu mengistirahatkan mata selama 20 detik setiap 20 menit menatap layar dengan melihat objek sejauh 20 kaki atau sekitar enam meter.
Di sisi lain, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi menuturkan bahwa pengembangan vision center menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan mata kepada masyarakat.