Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bayi Demam Tinggi Jangan Dikompres Pakai Air Es, Ini Penjelasan Dokter

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |14:05 WIB
Bayi Demam Tinggi Jangan Dikompres Pakai Air Es, Ini Penjelasan Dokter
Anak dikompres. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Pemberian Obat Demam

Terungkap! Ini Motif Ayah Aniaya Bayi 11 Bulan hingga Tewas di Jatinegara

dr. Atika mengingatkan bahwa penanganan demam pada bayi tidak cukup hanya dengan kompres. Orangtua perlu memperhatikan kondisi umum anak, termasuk apakah bayi masih mau menyusu, terlihat aktif seperti biasanya, dan memberikan respons ketika diajak berinteraksi.

Obat penurun demam dapat dipertimbangkan jika diperlukan, tetapi pemberiannya harus disesuaikan dengan usia dan berat badan bayi serta petunjuk tenaga kesehatan. Jangan memberikan obat secara sembarangan, terutama kepada bayi berusia di bawah tiga bulan.

Perlu diketahui, demam merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Karena itu, penanganannya perlu mempertimbangkan usia bayi, suhu tubuh, gejala penyerta, dan kemungkinan penyebabnya.

“Berikan obat penurun panas jika diperlukan sesuai anjuran tenaga kesehatan,” jelas dr. Atika.

4. Kapan Bayi Demam Harus Dibawa ke Dokter?

Orangtua perlu segera mencari pertolongan medis jika bayi menunjukkan tanda bahaya. Di antaranya kesulitan bernapas, kejang, sulit dibangunkan, tidak mau menyusu, atau menunjukkan tanda dehidrasi.

Bayi berusia di bawah tiga bulan dengan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih harus segera mendapatkan pemeriksaan medis, meskipun tampak baik-baik saja. Pada bayi yang lebih besar, demam tinggi, kondisi yang semakin memburuk, atau demam yang disertai gejala mengkhawatirkan juga perlu dievaluasi oleh dokter.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement