TASIKMALAYA – MNC Peduli kembali menghadirkan program sosial kesehatan Senyum Indonesia. Kali ini, program tersebut dilakukan dengan menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan langitan secara gratis bagi masyarakat prasejahtera di Tasikmalaya dan sekitarnya.
Bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) TMC Tasikmalaya, sebanyak 13 peserta menjalani operasi sumbing bibir dan langitan secara gratis pada awal Oktober 2026. Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan di wilayah Tasikmalaya seperti Kecamatan Kawalu, Purbaratu, Tamansari, Bojonggambir, Tanjungjaya, Cihideung, Cigalontang, Salopa serta Kabupaten Pangandaran dan Kecamatan Malangbong di Kabupaten Garut.

Sebelum menjalani tindakan operasi, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti rangkaian pemeriksaan medis. Hal ini dilakukan guna memastikan kondisi kesehatan dan kesiapan pasien menjalani prosedur operasi.
Melalui program Senyum Indonesia, MNC Peduli dan Smile Train Indonesia berkomitmen untuk terus membantu masyarakat prasejahtera yang membutuhkan layanan operasi sumbing bibir. Pendaftaran calon pasien juga tetap dibuka untuk pelaksanaan kegiatan di tahun-tahun berikutnya, dengan jadwal operasi yang dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan hasil pemeriksaan dan kesiapan pasien.
Bagi masyarakat di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya yang memiliki kondisi sumbing bibir dan ingin mendapatkan informasi maupun mendaftarkan diri dalam program Senyum Indonesia, dapat menghubungi pihak RS TMC Tasikmalaya untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan proses pendaftaran.
drg. Dani Ginanjar, Sp.BM, selaku dokter bedah, menjelaskan bahwa operasi sumbing memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Operasi bibir sumbing ini bisa dikatakan sangat penting pada pasien celah bibir dan juga celah langitan. Operasi bibir sumbing ini tidak hanya untuk sebagai estetik saja pada pasien, tapi juga untuk mencegah adanya komplikasi yang berkelanjutan pada pasien, di mana salah satu komplikasinya ini pasien bisa saja kesulitan pada saat makan, minum, ataupun berbicara untuk jangka panjangnya,” ujar drg. Dani.
Lebih lanjut, drg. Dani menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan medis yang harus dipenuhi sebelum pasien menjalani operasi sumbing. Persyaratan tersebut meliputi usia, berat badan, hasil pemeriksaan laboratorium, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Sementara itu, pasien dengan celah langit-langit umumnya menjalani operasi mulai usia sekitar 1,5 tahun. Waktu tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penanganan pasien, terutama untuk mendukung perkembangan kemampuan bicara anak.