Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenpar Dorong Kuliner Nusantara Mendunia, Ini 3 Cara Bikin Anak Muda Cinta Makanan Tradisional

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Kamis, 15 Oktober 2026 |21:05 WIB
Kemenpar Dorong Kuliner Nusantara Mendunia, Ini 3 Cara Bikin Anak Muda Cinta Makanan Tradisional
Makanan tradisional. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI terus mendorong pengenalan kuliner Nusantara sebagai bagian dari kekayaan gastronomi Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026.

Tujuannya untuk mengajak masyarakat mengenal lebih jauh cerita, tradisi, dan bahan lokal di balik beragam hidangan khas Indonesia. Di tengah perkembangan tren kuliner modern, upaya menjaga makanan tradisional agar tetap dikenal generasi muda menjadi tantangan tersendiri.

Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026

Kreativitas dalam penyajian hingga pengenalan kuliner sejak dini dinilai dapat menjadi cara untuk memastikan makanan khas daerah tetap mendapat tempat di tengah perubahan zaman.

Berikut 3 Cara Bikin Anak Muda Cinta Makanan Tradisional:

1. Pengenalan makanan tradisional perlu dimulai sejak anak-anak

Founder sekaligus Chair Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, mengungkapkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar kuliner tradisional tetap relevan bagi generasi muda.

Pertama, pengenalan makanan tradisional perlu dimulai sejak anak-anak. Menurut Vita, kebiasaan menikmati masakan khas Indonesia perlu dibangun sejak dini agar generasi berikutnya mengenal dan menghargai kekayaan kuliner daerahnya sendiri.

 

2. Pemerintah daerah punya peran jaga keberlangsungan kuliner khas wilayahnya

Kedua, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kuliner khas wilayahnya. Keterlibatan pemerintah daerah sangat penting sebagai penjaga warisan budaya lokal, terutama makanan yang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Menurutnya, perlu ada program nyata yang membuat kuliner daerah terus dikenal dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Misalnya dengan pengenalan makanan khas melalui program di sekolah.

3. Makanan tradisional perlu diberi ruang untuk berkembang melalui kreativitas

Ketiga, makanan tradisional perlu diberi ruang untuk berkembang melalui kreativitas. Pelestarian kuliner bukan berarti setiap hidangan harus disajikan dengan cara yang kaku dan tidak boleh mengalami perubahan.

Contohnya gudeg yang bisa disajikan dengan kerupuk sebagai alternatif pendamping, tanpa harus selalu menggunakan krecek. Inovasi semacam itu tetap bisa dilakukan selama generasi muda memahami asal-usul makanan dan karakter kuliner yang mereka kembangkan.

“Jangan terlalu kaku. Anak-anak muda juga harus punya kreativitas,” menjadi inti pesan Vita dalam mendorong kuliner tradisional tetap dekat dengan generasi baru.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement