Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus Bayi Alena Jadi Sorotan, Ternyata Ini Bahaya Salmonella pada Telur Mentah

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |11:05 WIB
Kasus Bayi Alena Jadi Sorotan, Ternyata Ini Bahaya Salmonella pada Telur Mentah
Ilustrasi telur mentah berisiko membawa bakteri salmonella. (Foto: dok azerbaijan_stockers)
A
A
A

JAKARTA - Kasus meninggalnya bayi Alena di Surabaya menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang bahaya pemberian telur mentah kepada bayi. Selain belum sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi baru lahir, telur mentah berisiko membawa bakteri salmonella yang bisa menyebabkan infeksi serius.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Ferry Kusmalingga menjelaskan bahwa bayi yang baru lahir hanya perlu mengonsumsi ASI atau susu formula, karena sistem pencernaannya masih berkembang. Lambung dan usus bayi memang sudah berfungsi sejak lahir tapi fungsi pencernaan dan penyerapan zat gizi baru berkembang seiring bertambahnya usia.

Ia mengungkapkan, telur mentah mengandung salmonella. “Orang dewasa pun tidak disarankan untuk makan telur mentah / setengah matang,” ucapnya.

Mengenal Salmonella dan Bahayanya bagi Kesehatan

Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan, yang dikenal sebagai salmonellosis. Salah satu sumber penularannya adalah makanan yang terkontaminasi, termasuk telur mentah atau telur yang tidak dimasak hingga matang.

Melansir Web MD, konsumsi telur mentah perlu dipertimbangkan dengan memperhatikan risiko kesehatannya. Walaupun telur merupakan sumber protein dan mengandung berbagai zat gizi, mengonsumsinya dalam keadaan mentah tidak berarti lebih sehat atau lebih bermanfaat dibandingkan telur matang.

Bakteri Salmonella dapat berada di dalam telur maupun mencemari bagian luarnya. Karena itu, telur yang terlihat bersih dan memiliki cangkang utuh belum tentu bebas dari bakteri berbahaya.

Begini Salmonella Bisa Menginfeksi Tubuh

Infeksi Salmonella dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti diare, demam, kram perut, mual, dan muntah. Gejala umumnya muncul dalam rentang beberapa jam hingga beberapa hari setelah seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Pada sebagian orang sehat, infeksi dapat membaik dengan perawatan yang sesuai. Namun, pada kelompok rentan, termasuk bayi baru lahir, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius.

Bakteri ini berpotensi menyebar dari saluran pencernaan ke aliran darah dan menyebabkan infeksi sistemik. Diare dan muntah juga dapat mengakibatkan dehidrasi, yang berbahaya apabila tidak segera ditangani.

Bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang sehingga lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi. Oleh karena itu, paparan makanan yang berpotensi terkontaminasi harus dihindari.

Mengapa Bayi Baru Lahir Tak Boleh Diberi Telur Mentah?

Bayi berusia kurang dari satu bulan, seperti Alena, masih berada dalam tahap awal perkembangan organ dan sistem kekebalan tubuhnya.

Pada enam bulan pertama kehidupan, bayi umumnya dianjurkan memperoleh ASI eksklusif. Apabila ASI tidak tersedia atau tidak dapat diberikan, susu formula yang sesuai dengan usia bayi dapat menjadi alternatif berdasarkan kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.

Pemberian makanan tambahan, termasuk telur mentah, tidak sesuai untuk bayi baru lahir. Selain risiko kontaminasi bakteri, kemampuan bayi untuk menerima dan menelan makanan selain susu juga belum berkembang sebagaimana bayi yang lebih besar.

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) umumnya dimulai saat bayi berusia sekitar enam bulan, dengan memperhatikan kesiapan perkembangan dan petunjuk tenaga kesehatan.

Kasus Alena mengingatkan kita bahwa niat baik dalam merawat anak harus disertai pengetahuan kesehatan yang benar. Tradisi keluarga atau kepercayaan turun-temurun tidak selalu sesuai dengan kebutuhan medis bayi, terutama bayi baru lahir yang sangat rentan terhadap infeksi.

Telur memang bergizi, tetapi bukan berarti aman dikonsumsi dalam keadaan mentah. Risiko Salmonella merupakan salah satu alasan mengapa telur perlu dimasak dengan benar dan mengapa bayi tidak boleh diberi makanan sebelum waktunya.

Melindungi bayi dimulai dari memberikan asupan yang sesuai usia, menjaga kebersihan makanan, dan segera mencari pertolongan medis ketika muncul tanda bahaya. Jangan sampai informasi yang keliru membuat keluarga mengambil tindakan yang justru membahayakan kesehatan anak.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement